SPPG di Malang Diliburkan Sementara, Imbas Dana Makan Bergizi Gratis Belum Turun

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang sekaligus Sekretaris Satgas MBG, Mahila Surya Dewi, (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang sekaligus Sekretaris Satgas MBG, Mahila Surya Dewi, (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Malang Pakis Asrikaton menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akibat dana Virtual Account (VA) yang belum cair.

Hal itu tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor 001/SPb/SPPG-ASR/VII/2026 yang ditandatangani Kepala SPPG Malang Pakis Asrikaton, Eka Fitria Febriani.

Dalam surat tersebut dijelaskan, dana Virtual Account untuk periode 20–31 Juli 2026 hingga surat diterbitkan belum turun dan belum dapat dicairkan. Akibatnya, layanan MBG diliburkan sementara mulai Rabu (22/7/2026) hingga waktu yang belum ditentukan.

“Kegiatan akan kembali beroperasi setelah dana Virtual Account tersebut diterima dan dapat digunakan,” demikian isi surat pemberitahuan tersebut.

Menanggapi itu, Sekretaris I Satgas MBG Kabupaten Malang, Mahilla Surya Dewi, mengaku belum menerima informasi tersebut. Namun setelah dikirimkan gambar rilis penghentian SPPG Pakis Asrikaton itu, Mahila menyebut penghentian sementara itu disebabkan oleh belum cairnya dari pusat.

“Hanya masalah dana belum cair saja. Beberapa kali terjadi di beberapa SPPG,” ujar Mahilla saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026).

Ia menambahkan, penghentian operasional sementara membuat sekolah yang menjadi penerima manfaat dari SPPG Pakis Asrikaton untuk sementara tidak mendapatkan layanan MBG.

“Mereka tidak terima,” tambahnya.

Meski demikian, Mahilla menegaskan Satgas MBG Kabupaten Malang tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi kebijakan tersebut karena menjadi kewenangan penuh Badan Gizi Nasional.

“Kami tidak bisa intervensi, hak prerogatif BGN,” tegasnya.

Mahilla menambahkan, hingga saat ini terdapat 258 SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Malang. Dengan penghentian sementara operasional SPPG Pakis Asrikaton, jumlah SPPG aktif untuk sementara berkurang menjadi 257 unit hingga pendanaan kembali tersedia.

“Saat ini sekitar 258 SPPG yang beroperasi,” pungkasnya. (yog/bob)

Exit mobile version