Sudah Hafal, Warga di Mojokerto Evakuasi Barang Berharga sebelum Banjir Tiba

Teks: banjir di desa Wringinrejo, Sooko, Mojokerto akibat tanggul sungai jebol.(Blok-a.com/Syahrul)
Teks: banjir di desa Wringinrejo, Sooko, Mojokerto akibat tanggul sungai jebol.(Blok-a.com/Syahrul)

Mojokerto, blok-a com – Hujan yang mengguyur wilayah Mojokerto cukup lebat dan lama, dari pukul 13.00 siang hingga pukul 19.30 WIB malam, Sabtu (9/3/2024).

Akibatnya sungai yang melintas di wilayah Mojokerto mengalami kenaikan debit air, salah satunya sungai Brangkal.

Sungai yang melintas di wilayah kecamatan Jatirejo, kecamatan Sooko, dan kecamatan Prajuritkulon ini menerima kiriman air dari wilayah Pacet dan Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Dengan deras dan lamanya hujan, Sabtu (9/3/2024) siang hingga malam yang mengguyur wilayah Mojokerto, mengakibatkan aliran sungai meluap cukup deras.

Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai Brangkal sebenarnya sudah mengantisipasi datangnya air yang cukup besar.

Sejak hari Rabu (6/3/2024) yang lalu, warga Dusun Sambirejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, sudah mengevakuasi barang-barang berharga, utamanya barang-barang elektronik.

Karena tanggul sungai Brangkal sebenarnya sudah jebol sejak hari Rabu (6/3/2024) yang lalu. Namun sudah diperbaiki warga dengan seadanya.

Akhirnya Sabtu (9/3/2024) malam, sekitar pukul 20.00 WIB, tanggul sungai Brangkal di Dusun Sambirejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, benar-benar jebol.

Banjir merendam puluhan rumah warga Desa Wringinrejo Kecamatan Sooko, Kaupaten Mojokerto dengan ketinggian hingga 1.5 meter, jalan desa setinggi paha orang dewasa.

Salah satu warga, Eko Purnomo (36), yang rumahnya ikut terendam banjir mengatakan, warga sudah melihat tanggul sungai mulai bocor dan hendak jebol sejak pukul 19.30 WIB

“Saat banjir kemarin, hari Rabu (6/3/2024) sebenarnya tanggul sungai sudah jebol, namun warga sini berusaha memperbaikinya. Namun saat ini jebol kembali, mungkin dikarenakan tidak bisa menampung kiriman air yang dari sungai pikatan yang ada di daerah Pacet,” ucapnya.

Ia melanjutkan bahwa “Saat ini air di dalam dusun sudah mencapai 1,5 meter, bahkan hampir 2 meter. Tapi di jalan raya ini sepaha orang dewasa, cuma arusnya sangat deras. Tadi banyak lansia dan balita terjebak, tapi sudah dievakuasi, sebab arusnya sangat deras,” tambah Eko.

Arus air cukup deras hingga masuk perumahan Singgasana Regency, dan Jalan Raya Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.

Akses jalan raya Surodinawan dari RSUD. Dr. Wahidin Sudiro Husodo menuju ke Brangkal dan Sumobito akhirnya ditutup gegara air banjir tersebut.

Sementara itu, Pj Wali Kota Mojoketo, M. Ali Kuncoro langsung meninjau warga yang terdampak banjir dan melihat RSUD. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto untuk memastikan air tidak masuk ke dalam rumah sakit.

Sebab jalan raya Surodinawan yang berada tepat di depan rumah sakit sudah terendam air.

Mas Pj mengatakan, penanganan sementara yaitu fokus terhadap korban yang terjebak di genangan air. Tidak melihat batas wilayah Kabupaten atau Kota, tetap siapapun yang membutuhkan pertolongan harus di bantu.

“Kita tidak melihat Kota atau Kabupaten, siapapun yang membutuhkan pertolongan kita harus bantu. Dan ada beberapa warga yang kita tampung di RSUD Kota Mojokerto, kita tempatkan di lantai dua. Tetapi yang mempunyai penyakit kita masukkan di IGD dan kamar, untuk orang-orang yang sehat butuh tempat istirahat seperti anak balita kita tampung di lantai dua,” ucap Mas Pj, Sabtu (9/3/2024) malam.

Mas Pj menambahkan, malam ini juga akan di dirikan dapur umum, tepatnya di kantor Kecamatan Prajurit Kulon. Harapannya, Minggu (10/3/2024) pagi seluruh warga yang terdampak banjir sudah mendapatkan bantuan makanan.

“Ini semua adalah musibah dan yang penting kita carikan solusi sehingga semua bisa tertangani dengan baik,” tambahnya.

Sudah Hafal, Warga di Mojokerto Evakuasi Barang Berharga sebelum Banjir Tiba
Sudah Hafal, Warga di Mojokerto Evakuasi Barang Berharga sebelum Banjir Tiba

Banjir juga merendam MI Nurul Huda 2 di Jalan Surodinawan, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.

Banjir merendam sejak pukul 19.30 WIB dan tinggi genangan air di kawasan sekolah mencapai 50 cm, dan merendam sebagian ruangan kelas.

Kepala MI Nurul Huda 2 Mojokerto, Ainur Rofiq, mengatakan, banjir merendam di bagian halaman sekolah kurang lebih 50 Cm hingga masuk di beberapa ruangan kelas di lantai satu.

Selain itu air juga menggenangi ruangan kantor serta ruangan TU. Sejumlah buku maupun dokumen penting langsung diamankan pihak sekolah.

“Awalnya itu air naik dan masuk ke dalam area sekolahan dari saluran irigasi di depan sisi barat. Kemudan dengan cepat terus ngalir ke utara dan barat. Alhamudlillah dokumen-dokumen sekolah dan kertas-kertas sudah kita amankan. Kita naikkan di atas meja,” ucap Rofiq.

Ia menambahkan, banjir yang melanda saat ini untuk siswa tidak ada aktifitas dikarenakan minggu libur awal puasa. Setelah banjir surut, Rofiq beserta guru-guru lainnya akan membersikan bekas-bekas banjir seperti lumpur yang merendam 10 ruangan untuk bisa di fungsikan kembali saat pembelajaran aktif.

“Kebetulan Hari Senin (11/3/2024) itu murid masih libur dikarenakan libur awal puasa dan aktif belajar hari rabu. Tapi kalo memang waktunya tidak cukup untuk membersihkan hingga hari rabu, ya kita liburkan untuk siswa-siswinya,”pungkasnya.(sya/bob)

Exit mobile version