Terbengkalai, Rumah Peninggalan Mantan Presiden di Malang Dikabarkan Jadi Tempat Horor 

Rumah horor terbengkalai Soeharto malang horor
Penampakan rumah terbengkalai, diduga lokasi tempat horor di Malang (source: Akun X @siskanoviw

Kabupaten Malang, blok-a.com – Sebuah rumah yang dikabarkan adalah peninggalan mantan Presiden Soeharto di Malang menyisakan sisa horor.

Rumah tersebut sudah terbengkalai dan nampak tidak terawat.

Cerita horor di rumah yang diduga peninggalan Soeharto di Malang itu ramai dibicarakan dan dibagikan di akun X @siskanoviw.

Dalam utasnya, diceritakan bahwa rumah tersebut biasanya bermunculan  

penampakan sosok mengerikan seperti pocong gantung dan kuntilanak tanpa kepala.

Warga pun saat lewat kerap melihat dua penampakkan sosok mengerikan itu.

Salah satu pemuda di sana melalui utas tersebut Yono ingin membuktikkan kehororan rumah yang tak berpenghuni itu.

Yono dikenal sebagai pemuda yang tidak percaya hal berbau mistis dan horor. Tentunya kepercayaan warga atas penampakan pocong dan kuntilanak tanpa kepala itu tidak akan membuatnya percaya.

Hingga akhirnya, dia mencoba sendiri datang ke rumah peninggalan Soeharto di Malang untuk membuktikan ke-horor-an itu.

Akhirnya dia ke sana pukul 17.00 ke rumah terbengkalai itu untuk bermalam.

Dia membawa tikar, lampu cempluk, dan juga bantal untuk bermalam di sana. Sarung dan camilan ringan untuk dimakan kala lapar juga dibawanya.

Tidak ada hal aneh di sana berjam-jam Yono berdiam di rumah yang dikabarkan horor itu.

Namun pukul 21.00 mulai ada kejanggalan. Dia menggelar tikar dan merebahkan badannya. Dia melihat ke atap rumah ke kanan dan ke kiri.

Saat santai melihat atap-atap itu, terdapat kain yang terlihat di sela-sela kayu di atap. 

Kain itu nampak kusut dan bergerak sendiri kala malam di rumah terbengkalai dan banyak ilalalang itu.

Yono dengan kejanggalan itu awalnya tidak takut. Dia mencoba berpikir jernih. Dia berpikir bahwa tidak mungkin terjadi apa-apa di sini. Dia mengakhiri kejanggalan itu dengan menutup tubuhnya dengan sarung.

Namun hal tersebut bukanlah akhir di rumah itu. Tiba-tiba teror datang. Terdapat suara ketukan dari sebelah rumah. Dug dug dug.

Yono bangun dan melihat apa yang terjadi dari sumber suara di tengah malam di rumah yang gelap itu.

Saat melihat, mata Yono tiba-tiba terbelalak. Dia melihat bayangan putih dari bilik sebelah. Bayangan putih itu melayang-layang di tengah sunyinya malam.

Dia merasa bahwa dirinya ngelindur hingga melihat bayangan putih. Lagi-lagi Yono masih berpikir positif dan tidur lagi, menutup tubuhnya dengan sarung.

Namun ternyata ada gangguan lagi. Kali ini terdengar suara air yang mengalir kecil di belakangnya.

Karena merasa terganggu, Yono emosi. Dia membuka sarungnya dan melempar sandal ke arah belakangnya.

Namun betapa kagetnya tak ada siapa-siapa dan apa-apa di belakang Yono.

Kali ini justru ada bayangan hitam yang lewat begitu cepat dan menghilang.

Untuk menenangkan pikirannya, Yono menyalakan rokok yang dibawanya. Asap rokok itu mengepul di tengah malam yang hening di rumah terbengkalai itu.

Beberapa batang rokok dihabiskannya menemani malam itu hingga tercium bau bangkai menyenagat. Baunya sampai membuat Yono hendak muntah.

Yono akhirnya menyalakan batang rokok lagi untuk menghilangkan bau bangkai itu. Bau itu pun hilang.

Karena suasana di rumah itu membuatnya lelah akhirnya Yono tidur di belakang rumah itu. Yono tertidur tanpa berpikir apa yang akan menganggunya lagi.

Beberapa jam kemudian, kulit dan wajahnya terasa panas sekali. Hal ini membuat Yono terbangun. Anehnya kini tidak lagi di posisi belakang rumah, namun di teras atau halaman rumah. Tanpa ada yang tau siapa yang memindah, dan bagaimana dia dipindahkan.

Dia pun berpikir kenapa ini bisa terjadi, hingga dia lelah dan memutuskan pulanh dari rumah terbengkalai iitu.

Sejak saat itu, Yono jadi pemuda pendiam. Dia pun dalam keadaan apapun selalu menghindar untuk melewati rumah itu sejak pengalaman bermalamnya. Dia bahkan memilih lewat jalan yang jauh untuk menghindar melewati rumah itu. (bob)

Exit mobile version