UB Bersiap Kelola Transmart Malang, Disulap Jadi Mal Berbasis Pendidikan

UB Bersiap Kelola Transmart Malang, Disulap Jadi Mal Berbasis Pendidikan
UB Bersiap Kelola Transmart Malang, Disulap Jadi Mal Berbasis Pendidikan

Kota Malang, blok-a.com – Universitas Brawijaya (UB) terus melebarkan sayap bisnisnya. Terbaru, UB akan ikut mengelola Transmart Malang yang berada di Jalan Veteran.

Unit usaha UB, PT Brawijaya Multi Usaha (BMU), telah menjalin komunikasi dengan pengelola Transmart Malang sejak Juli 2025. Kerja sama ini digadang-gadang bakal mengubah wajah pusat perbelanjaan tersebut menjadi mal berbasis pendidikan dengan sasaran utama mahasiswa.

Direktur Utama PT BMU, Edi Purwanto, mengatakan komunikasi dengan pihak Transmart berjalan cepat. Bahkan, pimpinan Transmart Malang mempertemukan UB dengan Founder CT Group Chairul Tanjung beserta jajaran manajemen.

“Dari pertemuan itu, kami memiliki kesamaan cara pandang. Kedua pihak sama-sama antusias untuk mengembangkan Transmart Malang,” ujar Edi, Selasa (17/12).

Meski aktivitas pengunjung Transmart Malang tak seramai dulu, Edi tetap optimistis. Menurutnya, UB memiliki captive market besar dengan sekitar 70 ribu mahasiswa, ditambah posisi Transmart yang sangat dekat dengan kampus dan berada di tengah kota.

“Selama ini Transmart juga sering menjadi titik parkir masyarakat yang hendak ke kawasan Veteran. PR kami adalah bagaimana menarik masyarakat, pelajar, dan mahasiswa agar benar-benar masuk dan beraktivitas di dalam,” jelasnya.

Kerja sama ini juga sejalan dengan kewajiban UB dalam hilirisasi riset kampus. Edi menyebut, mal bisa menjadi wahana kekinian untuk menampilkan hasil riset dan produk kewirausahaan mahasiswa.

“Mahasiswa UB punya banyak produk, mulai dari seni hingga food and beverage. Itu akan kami kurasi untuk bisa ditampilkan di Transmart,” katanya.

Dalam konsep awal, Transmart Malang akan menghadirkan beragam fungsi baru. Mulai dari pusat perbelanjaan umum, area kuliner, ruang kelas khusus, zona produk riset dan usaha civitas akademika, hingga area olahraga.

“Target kami, Transmart Malang tidak sekadar terlihat ramai, tapi menjadi pusat perbelanjaan yang terintegrasi dan berbasis pendidikan,” tegas Edi.

Nantinya, tenant khusus akan disediakan bagi mahasiswa, baik bersifat permanen maupun temporer sesuai momentum tertentu. Meski begitu, detail skema kerja sama masih dimatangkan. Rencananya, kerja sama ini mulai berjalan pada pertengahan 2026.

“Kami juga membuka diri untuk investor. Saat ini sudah ada beberapa yang menyatakan minat,” tambahnya

Sementara itu, rencana perubahan konsep tersebut tetap harus mengantongi izin dari Pemerintah Kota Malang. Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menyebut pihaknya belum menerima pengajuan izin perubahan fungsi dari UB maupun Transmart.

“Pada prinsipnya kampus boleh mengelola mal, asalkan ada perjanjian kerja sama yang jelas,” ujarnya.

Dia mengimbau agar pengelola segera mengurus revisi perizinan, mulai dari AMDAL, IMB, AMDAL Lalin, hingga kelengkapan KBLI yang harus dimiliki UB. (bob)

Exit mobile version