Usai Drainase Rampung, Trotoar Suhat Disiapkan Jadi Ruang Nyaman Pejalan Kaki

Proyek pembangunan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kota Malang, mengalami keterlambatan penyelesaian. Hingga Rabu (7/1/2026)
Proyek drainase Suhat (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Setelah proyek pembangunan drainase di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) rampung, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan penataan lanjutan akan difokuskan pada pembangunan trotoar yang lebih estetis, nyaman, dan benar-benar ramah bagi pejalan kaki.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menyampaikan bahwa anggaran pembangunan trotoar Suhat tersebut telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pembangunan trotoar ini memang telah dirancang satu paket bersama proyek drainase Suhat.

“Anggarannya sudah disiapkan provinsi, tinggal pelaksanaannya saja. Rencana dimulai tahun ini, mungkin setelah Lebaran,” ujar Ali, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, trotoar di kawasan Suhat nantinya tidak hanya dibangun ulang, tetapi juga dipercantik dari sisi estetika agar kawasan tersebut semakin nyaman dikunjungi masyarakat. Penataan ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki.

Tak hanya itu, Pemkot Malang juga menegaskan bahwa trotoar Suhat ke depan harus steril dari parkir liar, lapak pedagang kaki lima (PKL), hingga pemasangan banner di tepi jalan.

“Jadi nanti trotoar akan dipercantik untuk pejalan kaki. Setelah itu semua akan lebih ditertibkan, baik parkir, stand-stand maupun banner-banner,” tegasnya.

Ali mengaku telah menginstruksikan Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta jajaran terkait untuk mulai melakukan sosialisasi kepada para pedagang dan pelaku usaha di sekitar Suhat. Langkah ini penting agar penataan kawasan tidak menimbulkan persoalan baru, terutama potensi trotoar berubah fungsi menjadi area parkir.

“Kami sudah minta Satpol PP, Dishub dan jajaran terkait untuk sosialisasi awal ke pedagang sekitar. Karena kalau tidak, itu berpotensi bisa menjadi lahan parkir baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep pembangunan trotoar tersebut merupakan rancangan dari Pemprov Jatim yang dikoordinasikan bersama Pemkot Malang. Bahkan, menurut Ali, penataan ini menjadi perhatian khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur agar trotoar benar-benar difungsikan sebagai fasilitas umum bagi pejalan kaki.

“Perintah Gubernur dan Wagub, itu benar-benar menjadi fasilitas umum. Evaluasinya kemarin agar tidak menjadi tempat parkir. Jadi semua difokuskan untuk pejalan kaki,” tandasnya. (bob)

Exit mobile version