Kota Malang, blok-a.com – Akhir-akhir ini banyak warga di Malang mengeluhkan sulitnya mencari BBM bersubsidi. Di sejumlah SPBU Kota Malang, Pertalite dilaporkan kosong. Sementara SPBU yang masih menyediakan BBM tersebut dipadati antrean kendaraan.
Salah satu warga yang mengalami kesulitan tersebut ialah Edgar, warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Ia mengaku kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi sejak Rabu (7/10/2026). Saat itu, ia sempat mendapati Pertalite tersedia di SPBU wilayah Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang. Namun, antrean kendaraan yang panjang membuatnya mengurungkan niat untuk mengisi BBM.
“Namun antrenya panjang akhirnya saya gak jadi,” jelasnya kepada blok-a.com, Jumat (9/10/2026).
Pada Kamis (8/10/2026) pagi, Edgar kembali mencoba mendatangi SPBU yang sama. Namun, Pertalite sudah habis. Ia kemudian mencoba mencari BBM di SPBU Jalan Bandung pada siang harinya, tetapi kembali tidak mendapatkannya.
“Awalnya saya lewat saat kerja masih ada antre. Tapi saat saya balik lagi beberapa saat langsung habis,” kata dia.
Edgar akhirnya baru mendapatkan BBM bersubsidi di SPBU kawasan Jalan Trunojoyo, dekat Kampung Biru Arema.
“Ya baru dapatnya di sana. Alhamdulillah ada,” jelasnya.
Pengalaman Edgar tersebut juga dialami warga lainnya. Keluhan mengenai sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi di Malang turut bermunculan di media sosial.
Tanggapan PT Pertamina
Menanggapi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan ketersediaan BBM di wilayah Malang tetap terjaga melalui pengelolaan stok dan penyesuaian pola distribusi.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pengaturan suplai dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumsi masyarakat serta kondisi operasional di lapangan.
“Kebutuhan BBM masyarakat di Malang menjadi perhatian kami dalam mengatur pola pengiriman dan menjaga kelancaran pasokan. Pada September 2026, rata-rata konsumsi BBM harian di Malang mencapai 72,085 kiloliter. Untuk itu, kami terus memantau kebutuhan di lapangan dan menyesuaikan suplai agar ketersediaan BBM serta pelayanan di SPBU tetap terjaga,” jelas Ahad dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2026).
Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut, Pertamina melakukan pengiriman BBM dari Surabaya ke Malang secara bertahap. Pada Kamis (8/10/2026), pengiriman dijadwalkan berlangsung dalam tiga kali pengiriman, masing-masing diperkirakan tiba pada pukul 01.00, 07.00, dan 13.00 WIB.
Dua pengiriman pertama mencakup Pertamax, Pertalite, dan Biosolar. Sementara pengiriman ketiga mencakup Pertamax dan Pertalite.
Khusus akhir pekan, pengiriman direncanakan sebanyak empat ritase untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Fuel Terminal (FT) Malang beroperasi selama 24 jam guna mendukung kesiapan operasional dan kelancaran penyaluran BBM.
Pertamina juga terus mengevaluasi kondisi suplai dan memperkuat koordinasi operasional untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan di lapangan. Kesiapan sarana dan fasilitas serta pelayanan di SPBU turut menjadi perhatian perusahaan.
Pertamina mengimbau masyarakat menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan serta merujuk pada kanal resmi perusahaan untuk memperoleh informasi terverifikasi.
Masyarakat yang mengalami kendala pelayanan atau membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Pertamina Call Center 135. (bob)




