Kabupaten Malang, blok-a.com – Akses menuju kawasan wisata Malang Selatan bakal semakin mudah. Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur menyiapkan layanan angkutan kota dalam provinsi (AKDP) komersial yang terintegrasi dengan Trans Jatim Koridor 2.
Layanan tersebut akan menghubungkan penumpang dari jaringan Trans Jatim menuju sejumlah destinasi wisata di Malang Selatan, seperti Balekambang dan Ngliyep.
Kepala Seksi Angkutan Dishub Jawa Timur Cito Eko Yuly Saputro mengatakan, masyarakat nantinya dapat menggunakan Trans Jatim hingga kawasan Gondanglegi maupun Terminal Talangagung. Dari dua titik tersebut, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan bus AKDP menuju Malang Selatan.
“Masyarakat bisa menggunakan Trans Jatim menuju Kabupaten Malang, nanti di Gondanglegi atau di Talangagung dilanjutkan oleh bus AKDP yang bisa terakses menuju Malang Selatan,” kata Cito saat dikonfirmasi.
Layanan AKDP tersebut direncanakan mulai beroperasi bersamaan dengan peluncuran Trans Jatim Koridor 2 pada 29 Oktober 2026.
“Rencananya akan berbarengan dengan peluncuran Trans Jatim Koridor 2,” tambahnya.
Untuk mendukung konektivitas tersebut, Dishub Jatim menyiapkan delapan armada AKDP yang melayani perjalanan menuju kawasan Malang Selatan.
Sementara itu, Trans Jatim Koridor 2 sendiri akan didukung 15 armada. Sebanyak 14 bus digunakan untuk operasional, sedangkan satu armada lainnya disiapkan sebagai cadangan.
Berbeda dengan Trans Jatim yang mendapatkan dukungan subsidi pemerintah, layanan AKDP menuju Malang Selatan akan dijalankan secara komersial oleh pihak swasta.
Karena itu, jadwal operasional AKDP masih dalam tahap finalisasi. Dishub Jatim akan menyesuaikan waktu keberangkatan dengan potensi permintaan penumpang, terutama wisatawan yang hendak menuju kawasan pantai selatan.
“Tapi kalau untuk yang AKDP sampai pantai selatan, kami masih mencari formulasi jam-jamnya yang kiranya demand-nya tinggi itu seperti apa,” imbuhnya.
Cito menuturkan, penentuan jadwal tersebut menjadi penting karena layanan AKDP tidak mendapatkan skema pembayaran layanan atau BPO dari pemerintah.
“Maka dari itu kita harus memastikan jamnya yang demand-nya bagus,” tuturnya.
Selain jadwal, tarif perjalanan juga masih dalam proses penghitungan. Cito menyebut tarif AKDP akan menggunakan skema komersial berdasarkan segmen perjalanan, bukan tarif per kilometer seperti angkutan bersubsidi.
Kisaran tarifnya diperkirakan berada di angka Rp20 ribu hingga Rp35 ribu, tergantung jarak dan segmen perjalanan.
Sebagai gambaran, Cito menyebut layanan komersial Sidoarjo-Bunder saat ini memiliki tarif sekitar Rp30 ribu. Namun, tarif untuk rute menuju Malang Selatan masih akan disesuaikan dengan jarak dan kondisi pasar.
“Tapi pastinya itu kita sesuaikan dengan harga pasar,” terangnya.
Cito menjelaskan, layanan tersebut tidak hanya ditujukan bagi masyarakat Kabupaten Malang. Kehadiran AKDP juga diharapkan membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat luar daerah yang ingin berwisata ke kawasan Malang Selatan.
“Itu untuk memfasilitasi bukan hanya masyarakat kabupaten, mungkin di luar daerah yang mau wisata di sana supaya aksesnya mudah,” pungkas Cito.
Sebelumnya, Bupati Malang HM Sanusi berencana mengembangkan layanan angkutan menuju kawasan Malang Selatan. Rute tersebut direncanakan berangkat dari melalui Terminal Gondanglegi.
“Dari Terminal Gondanglegi ada rencana untuk pengembangan ke Malang Selatan,” unar Sanusi.
Pengembangan rute tersebut nantinya akan menggunakan armada bus baru yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dishub Provinsi.
“Bus baru dari Dishub Provinsi Jawa Timur,” tandasnya. (yog)




