Kabupaten Malang, blok-a.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang hingga awal Januari 2026 belum sepenuhnya menjangkau sasaran. Berdasarkan data terbaru per 6 Januari 2026, masih terdapat sekitar 395 ribu jiwa yang belum menerima manfaat dari program nasional tersebut.
Sekretaris I Tim Percepatan Program MBG Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, menjelaskan bahwa dari target penerima manfaat sebanyak 698.855 jiwa, realisasi MBG saat ini baru mencapai 302.913 jiwa.
“Jika melihat data terbaru, capaian penerima manfaat MBG di Kabupaten Malang memang belum sepenuhnya optimal. Masih ada sekitar 395 ribu jiwa yang belum terlayani dan ini menjadi fokus percepatan kami ke depan,” ujar Mahila, Rabu (7/1/2026).
Ia menyebutkan, keterbatasan jangkauan penerima manfaat tersebut masih berkaitan dengan progres pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Malang.
Hingga 6 Januari 2026, dari target pendirian 233 SPPG, baru terealisasi 151 SPPG. Dari jumlah itu, 124 SPPG sudah beroperasi (running), sementara 27 SPPG lainnya masih dalam tahap persiapan operasional.
“Operasional MBG sangat bergantung pada kesiapan SPPG. Saat ini sebagian masih dalam tahap persiapan, sehingga belum semuanya bisa langsung melayani sasaran penerima,” jelasnya.
Selain itu, Mahila juga mengungkapkan bahwa aspek perizinan dan standar kesehatan turut menjadi faktor penting. Dari sisi Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), tercatat 70 SLHS telah terbit, sementara 66 SLHS lainnya masih dalam proses penerbitan.
“SLHS menjadi syarat penting untuk memastikan keamanan dan kualitas layanan. Kami terus berkoordinasi lintas sektor agar proses penerbitannya bisa dipercepat,” tambahnya.
Tim Percepatan Program MBG Kabupaten Malang menargetkan percepatan pendirian SPPG, penyelesaian SLHS, serta optimalisasi SPPG yang sudah berjalan agar cakupan penerima manfaat terus bertambah dan mendekati target yang telah ditetapkan.
Sebagai informasi, penerima manfaat program MBG di Kabupaten Malang tidak hanya diterima oleh para pelajar. Masyarakat seperti ibu menyusui, ibu hamil, dan balita juga mendapatkan jatah dalam program unggulan pemerintah pusat. (yog/bob)





