Kabupaten Malang, blok-a.com – Menjelang tutup tahun 2025, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang mulai tancap gas untuk memastikan seluruh jenis pajak daerah dapat terpenuhi. Meski lima jenis pajak sudah melampaui 100 persen dari target, Bapenda menegaskan fokus utama saat ini bukan sekadar mengejar angka, melainkan memperluas layanan pajak yang lebih dekat dengan masyarakat.
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara menyampaikan bahwa realisasi pajak daerah per Selasa (25/11/2025) pukul 17.39 WIB telah mencapai 91,66 persen dari target total Rp 730,2 miliar. Ia menyebut tren capaian tahun ini cukup solid, tetapi masih ada pekerjaan rumah untuk mengejar sektor-sektor yang belum optimal.
“Kami tetap semangat dan optimis bisa mencapai target, dan semoga semua jenis pajak daerah bisa di atas 100 persen,” kata Made.
Menurutnya, beberapa sektor pajak yang melampaui target, seperti PBJT makanan-minuman, hiburan, reklame, PBB, hingga air tanah, menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Sementara itu, sejumlah pajak lain seperti PBJT listrik, MBLB, dan parkir masih memerlukan dorongan ekstra.
Untuk mengejar capaian itu, Bapenda kembali memaksimalkan program Bapenda Menyapa Warga (BMW), layanan jemput bola yang digelar rutin di desa/kelurahan dan pusat keramaian. Lewat program ini, masyarakat tidak perlu datang ke kantor untuk menunaikan kewajiban pajaknya.
“Setiap bulan kami turun ke beberapa titik melalui BMW. Intinya memudahkan masyarakat, karena ujungnya pajak daerah ini juga kembali untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Malang,” terang Made.
Bapenda juga mengandalkan meningkatnya kesadaran wajib pajak yang dinilai semakin baik dari tahun ke tahun. Kombinasi strategi jemput bola dan partisipasi masyarakat inilah yang menjadi modal Kabupaten Malang menutup tahun dengan capaian pajak maksimal. (yog/bob)




