Kota Malang, blok-a.com – Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Malang kembali digandeng oleh Pemerintah Kota Malang untuk memeriahkan HUT Kota Malang ke-110 yang jatuh pada tanggal 1 April 2024 nanti. Kali ini, bentuk kerjasama kedua pihak tersebut adalah penyelenggaraan sayembara desain logo HUT Kota Malang.
Ketua ADGI Chapter Malang Dimas Fakruddin menceritakan bahwa kerjasama ini adalah yang kali ketiga sejak tahun 2022 lalu saat Kota Malang berulang tahun yang ke-108. Dan di tahun ini mereka bertugas ‘menghidupkan lagi’ maskot Kota Malang yaitu Osi yang berbentuk singa dan Ji yang berbentuk burung manyar.
“Ini salah satu upaya kita untuk mengaktifasi maskot Kota Malang yang ada dua, Osi dan Ji. Kan dulu kita bekerja sama untuk mendesain maskotnya, sekarang bagaimana kita mengaktifasi maskot itu dalam desain logo HUT Kota Malang ke-110 sehingga maskot itu tetap hidup,” terang Dimas saat diwawancara oleh Blok-A.com.
Terlepas dari sayembara yang diselenggarakan oleh Pemkot Malang tersebut, Dimas mengatakan bahwa ADGI Chapter Malang berencana untuk membawa kerjasama ini ke ranah yang lebih luas yaitu memperindah Kota Malang.
“Kami memiliki rencana, dan sudah dilaksanakan, untuk turun ke dinas-dinas yang ada di Kota Malang. Tujuannya agar bisa lebih kenal dan minimal bisa jadi teman diskusi untuk memperindah kota ini,” tuturnya.
Ia menyebutkan, ADGI dapat membantu memberikan masukan dalam hal desain visual kota. Sehingga selain menjadi lebih indah secara visual, tidak akan ada lagi blunder seperti yang terjadi pada signage Kayutangan Heritage yang sempat viral disebut mirip dengan signage kedai bubur.
Ternyata, yang menjadi masalah dalam hal tersebut hanyalah penggunaan font dan warna yang hampir mirip antara keduanya. Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang sendiri menerangkan bahwa signage tersebut adalah satu paket dengan pembangunan taman, sehiingga desainnya datang dari kontraktor taman tersebut.
“Seperti Kayutangan Heritage yang kemarin kita bahas, kan itu masalah mis-komunikasi saja. Harapannya dengan masukan dari desainer-desainer grafis di Kota Malang dapat dihindari kejadian-kejadian semacam itu,” terangnya. (mg3/bob)




