Kota Malang, blok-a.com – Sebagai respon atas aspirasi masyarakat yang diungkapkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), permintaan pelatihan jurnalistik bagi pewarta warga telah dilaksanakan oleh Pemkot Malang pada hari Rabu dan Kamis (24-25/1/2024).
Permintaan pelatihan tersebut menjadi bukti konkret bahwa masyarakat kini memiliki antusiasme untuk terlibat dalam pembuatan karya jurnalistik yang berkualitas. Pelatihan ini sendiri diikuti oleh 208 peserta yang berasal dari 57 Kelurahan di Kota Malang.
Pelatihan ini diinisiasi sebagai tanggapan terhadap peran signifikan pewarta warga yang menjadi ujung tombak dalam pelaporan kejadian dan keluhan di Kota Malang. Keberadaan pewarta warga dianggap penting karena menjadi pembentuk arus utama opini dari kalangan masyarakat.
“Keberadaan jurnalis yang bijak sangat dibutuhkan sebagai pembentuk arus utama opini dan wacana dalam masyarakat,” tutur Muhammad Nur Widianto, Kepala Diskominfo Kota Malang.
Widianto menyampaikan apresiasinya terhadap keinginan masyarakat untuk menciptakan narasi dan konten yang baik. Dia menekankan bahwa perkembangan teknologi juga turut mendukung kemajuan produk jurnalistik warga, yang tercermin dalam meningkatnya jumlah pelaku pencipta konten (content creator) di Kota Malang.
“Kami sangat mengapresiasi hal ini sebab dari situ kami menangkap, adanya keinginan dari masyarakat untuk membuat narasi ataupun konten dengan baik,” ujarnya.
Pelatihan tidak hanya membahas aspek jurnalistik, melainkan juga mencakup pengelolaan media sosial, fotografi, dan keamanan gadget. Hal ini merupakan respons komprehensif terhadap perkembangan teknologi informasi. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu masyarakat Kota Malang dalam mengenalkan potensi wilayah mereka melalui konten media sosial yang menarik.
Pj Walikota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi langkah Diskominfo dalam meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menciptakan produk jurnalistik. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pewarta warga semakin matang dan mampu menyampaikan informasi dengan baik dan beretika, menjadikan mereka agen perubahan yang positif dalam masyarakat.
“Pelatihan jurnalistik ini diperlukan supaya bisa mengarahkan masyarkat ke arah yang positif dalam berkarya. Harapannya nanti apa yang disampaikan sesuai dengan etika dan tidak menjadi negatif,” tutur alumni jurusan Teknik Planologi Institut Teknologi Nasional Malang itu. (mg3/bob)




