Banner Pak Mbois Bertebaran Ada Kaitan dengan Pilkada? ini Jawaban Wahyu Hidayat

Banner 'Pak Mbois' mulai bermunculan di sejumlah titik Kota Malang.(blok-a.com/Satria Akbar Sigit)
Banner 'Pak Mbois' mulai bermunculan di sejumlah titik Kota Malang.(blok-a.com/Satria Akbar Sigit)

Kota Malang, blok-a.com – Seperti yang kemarin diulas oleh Blok-A.com, banner Pak Mbois yang menampilkan sosok Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mulai banyak bertebaran di sejumlah titik di Kota Malang.

Saat dikonfirmasi perihal munculnya banner-banner tersebut, Wahyu menampik bahwa itu ada kaitannya dengan sosialisasi sosoknya sebagai salah satu kontestan Pilkada Kota Malang 2024.

“Oh iya. Bannernya kan banner untuk sosialisasi programnya Kota Malang. Itu kan isinya selaras untuk Kota Malang berkelas. Jadi nggak ada arah ke sana. Itu hanya untuk membumikan tagline hari jadi Kota Malang,” ujarnya pada hari Senin (1/7/2024).

Bahkan, saat diwawancara usai menghadiri pelantikan rektor baru Unisma, ia mengatakan bahwa ia belum memikirkan rencana untuk maju ke kontestasi tersebut.

“Mencalonkan? Oh, itu belum. Saya kan masih Pj Wali Kota Malang. Jadi pikiran saya masih kerja-kerja saja,” kata Wahyu.

Sehubungan dengan julukan ‘Pak Mbois’ yang dituliskan dalam banner sosialisasinya, Wahyu Hidayat mengatakan bahwa julukan itu ia dapatkan dari penggunaan tagline ‘mbois’ yang selalu ia gaungkan di seluruh kegiatannya.

“Oh ya, karena itu kan saya sering pantun itu jawabannya ‘mbois’, tagline saya kan ‘mbois ilakes’, makanya sama teman-teman diangkat sebagai Pak Mbois,” tutur mantan Sekda Kabupaten Malang itu.

Walau masih enggan berkomentar lebih jauh tentang apakah ia berencana untuk turun ke kontestasi Pilkada nanti, namun ia tidak menampik kemungkinan itu jika ada salah satu partai yang meminangnya sebagai sosok calon wali kota.

“Kalau ada dukungan dari masyarakat, dengan begitu ya nanti coba saya lihat dulu,” jawabnya singkat.

Nama Wahyu sendiri selalu masuk dalam survey elektabilitas calon wali kota Malang dan hampir semuanya menempatkan ia di peringkat yang tinggi.

Terkait hal ini, Wahyu menghubungkan tingginya suara yang ia dapat dengan apresiasi masyarakat terhadap kinerjanya sebagai Pj Wali Kota Malang.

“Ya itu kan kepercayaan masyarakat, saya terima kasih kepada masyarakat Kota Malang memperhatikan kinerja saya selama menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang. Masyarakat merespon dan dinilai dengan baik. Ya dengan masuknya tiga besar, saya ucapkan terima kasih karena saya selama ini dinilai dengan baik,” ujarnya.

Satu hal yang menarik dalam acara pelantikan rektor baru Unisma yang dihadiri Wahyu pagi tadi.

Dalam kesempatan itu, Ketua Bidang Keagamaan dan Pengembangan Sumber Daya Unisma Ali Ashari dan Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jatim Dyah Sawitri sama-sama mengatakan agar gelar ‘Pj’ atau ‘Penjabat’ yang saat ini disandang Wahyu bisa dihilangkan saja.

“Semoga ini bapak Pj Wali Kota Wahyu Hidayat, ‘Pj’-nya dibuang saja,” kata Ali, dengan disambut senyuman Wahyu.

Exit mobile version