Kabupaten Malang, blok-a.com – Exit Tol Singosari Kabupaten Malang menjadi titik fokus kemacetan saat hari libur seperti di momen Natal dan Tahun Baru ini.
Semua kendaraan yang keluar dari exit tol Singosari itu diprediksi akan mengarah ke Kota Batu. Kendaraan bakal melalui jalur Jalan Perusahaan Raya hingga ke Kecamatan Karangploso untuk menuju ke Kota Batu.
Untuk mengantisipasi kepadataan kendaraan atau kemacetan di jalur menuju Kota Batu melalui Kecamatan Singosari-Karangploso itu Pemkab Malang bersama Polres Malang mempunyai solusinya.
Solusi untuk mengurai kemacetan saat libur Natal dan Tahun Baru itu adalah mengarahkan kendaraan ke jalan alternatif di sekitar jalan raya Kecamatan Karangploso Malang menuju ke Kota Batu.
Jalan alternatif ke Kota Batu adalah kendaraan yang hendak melalui jalur Kecamatan Karangploso itu diarahkan ke ruas-ruas Desa Klampok Kecamatan Singosari dan Desa Donowarih Kecamatan Karangploso.
“Sementara kalau terkait dengan jalur alternatif, tahun lalu juga sudah dilaksanakan survei yang diambil alih Provinsi (Jatim) yakni pada ruas antara Desa Donowarih (Kecamatan Karangploso) dan Desa Klampok (Kecamatan Singosari),” kata Bupati Malang, HM Sanusi.
Sanusi juga berujar alasan kendaraan yang menuju ke Kota Batu itu lebih baik memilih jalan alternatif itu karena sembari juga mempromosikan titik-titik kuliner dan wisata di dua desa itu.
Apalagi, saat melintas di dua desa itu terdapat pula wisata Gunung Mujur. Sanusi berharap wisata Gunung Mujur bisa jadi alternatif lokasi wisata saat liburan seperti Natal dan Tahun Baru di Malang.
“Itu nanti akan melintas di kawasan Gunung Mujur jadi bisa sekalian dimanfaatkan untuk menghidupkan wisata yang ada di sana,” kata dia.
Terpisah, Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis mendukung jalur alternatif untuk mengurai kemacetan jalur ke Kota Batu melalui Kecamatan Karangploso ini.
Sebab, dia prediksi kalau hanya jalur jalan utama Kecamatan Karangploso itu kemacetan bakal semakin parah lima tahun mendatang.
“Penambahan jalur alternatif utamanya pada kendaraan yang melintas di jalur Karanglo akan menjadi salah satu solusi. Karena prediksi kami dalam kurun 5 tahun ke depan akan semakin besar intensitas kendaraan yang melintas,” ujar Kholis. (bob)




