Cara Pemkot Malang Kontrol Inflasi dengan Warung Tekan Inflasi, Buka Setiap Hari?

Warung Tekan Inflasi menjadi cara Pemkot Malang untuk menkan angka inflasi. Warung ini terletak di sejumlah pasar dan menjual harga murah. Yang menjadi catatan Warung Tekan Inflasi ini tidak buka setiap hari, hanya saat angka inflasi naik.

Pemkot Malang Buka Warga Tekan Inflasi ‘Mbois Ilakes’, Harga Bahan Pokok Lebih Murah dan Ini Daftarnya
Pemkot Malang Buka Warga Tekan Inflasi ‘Mbois Ilakes’, Harga Bahan Pokok Lebih Murah dan Ini Daftarnya

Kota Malang, blok-a.com – Pemkot Malang mempunyai cara untuk menekan angka inflasi. Caranya adalah dengan menghadirkan Warung Tekan Inflasi.

Warung Tekan Inflasi ini berada di 3 pasar sementara ini, yakni Pasar Besar, Pasar Blimbing, dan Pasar Dinoyo. Warung Tekan Inflasi ini sendiri sudah beroperasi sejak Desember 2023 dengan diresmikan langsung oleh Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Yang perlu diketahui dari Warung Tekan Inflasi ini adalah di sini harga sembako dijual dengan harga miring dibandingkan dengan harga pasaran.

Oleh karena itu tujuannya adalah untuk pengendalian inflasi atau kenaikan harga. Warung ini menjadi jawaban dari kenaikan harga sembako saat atau menjelang hari besar seperti lebaran, ataupun natal.

Sementara itu, jadwal buka Warung Tekan Inflasi ini sendiri tak menentu alias tidak setiap hari buka. Jadwal bukanya adalah tergantung dari kenaikan inflasi di Kota Malang saja.

Contohnya dalah jelang bulan Ramadhan ini. Angka inflasi di Kota Malang naik 0,5 persen. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengaku siap membuka kembali Warung Tekan Inflasi.

“Kalau inflasi kita di atas rata rata nasional atau diatas provinisi berarti kita sudah harus ada Warung Tekan Inflasi ini. Kalau sekarang ini naik dikit 0,5 persen. Karena semua naik, terutama beras, semua seluruh Indonesia,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Harga sembako di Warung Tekan Inflasi di Kota Malang ini bisa murah karena menggunakan anggaran BTT (Biaya Tak Terduga). Hal ini juga menjadikan Warung Tekan Inflasi tidak bisa setiap saat dibuka. Karena anggaran untuk menjalankan operasi ini juga harus memperhatikan anggaran.

Harga sembako di warung ini lebih murah contohnya ada pada telur. Telur satu kilogram di Warung Tekan Inflasi ini hanya Rp 17 ribu. Sementara harga pasaran di kisaran Rp 30 ribu per kilogramnya.

Cara Pemkot Malang Kontrol Inflasi dengan Warung Tekan Inflasi, Buka Setiap Hari?
Petugas sedang membungkus telur di Warung Tekan Inflasi (ist)



Beras pun sama, jika di pasaran dijual sekitar Rp 14 ribu per kilogram, di Warung Tekan Inflasi hanya Rp 10 per kilogram.

Selain itu, Wahyu juga menjelaskan, jika setiap hari buka, nantinya juga akan menjadi keresahan para pedagang di pasar. Karena warga lebih memilih membeli sembako di Warung Tekan Inflasi.

“Namanya saja Warung Tekan Inflasi.  Kalau inflasinya normal, ya kasian pedagangnya kalau warung itu dibuka. Sementara ini ada tiga lokasinya, yaitu di Pasar Besar, Pasar Dinoyo, dan Pasar Blimbing,” jelasnya.

Cara Pemkot Malang Kontrol Inflasi dengan Warung Tekan Inflasi, Buka Setiap Hari?
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat di Warung Tekan Inflasi (Dok. Prokopim Pemkot Malang



Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengaku siap saja jika membuka kembali Warung Tekan Inflasi.

Dia menjelaskan saat ini Warung Tekan Inflasi tutup sementara karena berdasarkan koordinasi dengan beberapa stakeholder ketersediaan stok sembako dan harganya relatif stabil.

“Tapi untuk saat ini dari segi ketersediaan bahan pokok semuanya masih aman dan harganya relatif stabil. Beras, gula atau telur semua masih aman. Kalau inflasi naik tinggi, maka kami siap hadir,” jelas Eko.


Selama Buka, Habiskan 5 Ton Setiap Hari

Ada 3 Warung Tekan Inflasi di Kota Malang, namun yang menjadi pusat adalah di Pasar Blimbing.

Saat ini dari pantauan blok-a.com pada Senin (4/3/2024) lalu Warung Tekan Inflasi di sini tutup sementara. Hal ini dikarenakan memang stok sembako belum dikirim.

Hal itu disampaikan Kepala Pasar Blimbing Satir Prahari. Satir menjelaskan, tidak tahu kapan bukanya kembali Warung Tekan Inflasi ini. Namun dia memastikan ini hanya sementara dan segera akan dibuka kembali jika inflasi kembali merangkak naik.

“Tidak, tidak tutup (sementara atau permanen), tapi masih menunggu datangnya stok,” jelasnya.

Di Warung Tekan Inflasi Pasar Blimbing ini cukup menyedot animo masyarakat jika buka. Satir menyebut saat buka kemarin, setidaknya 5 ton beras ludes dibeli masyarakat.

“Bayangkan, setiap buka itu sampai 5 ton beras habis saking besarnya antusiasme pembeli,” terang Satir,” kata dia.

Antusias masyarakat yang tinggi itu karena syarat membeli di Warung tekan Inflasi ini tidak ribet. Hanya cukup menunjukkan KTP atau identitas pembeli, sembako murah pun bisa dibeli di sini.

“Luar biasa antusiasmenya, yang datang mulai dari warga Lowokwaru, Sukun, Blimbing terutama. Karena di sini tidak diminta syarat KTP atau lainnya, jadi setiap warga yang membutuhkan bisa menebus. Bahkan pedagang-pedagang sekitar juga ikut antri, kok,” terang Satir.

Dia menjelaskan, jika beroperasi, bukanya Warung Tekan Inflasi di Pasar Blimbing ini buka sekitar pukul 10.00 dan tutup pukul 16.00

Namun, jika beroperasi, antrean pembeli bisa terjadi sejak pagi atau saat belum buka.

“Kemarin (hari Minggu (3/4/2024)) buka dan ramai sampai habis ini stoknya. Ini masih menunggu kiriman dari Bulog, dan besok diperkirakan buka lagi kalau stoknya sudah datang,” tambahnya. (art/bob)





Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com