Dari Rakornas, Pemkot Malang Siap Perkuat Forkopimda dan Tata Kebersihan Kota

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat berjabat tangan dengan Presiden Prabowo Subianto. (istimewa)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat berjabat tangan dengan Presiden Prabowo Subianto. (istimewa)

Kota Malang, blok-a.com – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengungkapkan sejumlah arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (02/02/2026).

Dalam arahan strategisnya tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah poin penting, mulai dari perwujudan Asta Cita, posisi Indonesia di tingkat internasional, penguatan sinergi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), percepatan program strategis, hingga penataan kebersihan dan estetika kota.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Wahyu mengatakan Pemerintah Kota Malang akan memperkuat koordinasi lintas sektor bersama Forkopimda untuk memastikan seluruh kebijakan pusat dapat diimplementasikan secara optimal di daerah.

“Forkopimda ini harus kompak. Kita ajak duduk bersama, terutama untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wahyu, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, Presiden juga menekankan pentingnya percepatan program-program strategis yang berdampak langsung pada masyarakat. Seluruh program tersebut, lanjut Wahyu, telah disertai data dan target yang jelas sehingga daerah diminta segera menyesuaikan langkah kebijakannya.

Sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian utama dalam Rakornas tersebut. Wahyu menyebut, Presiden mendorong percepatan langkah menuju visi Indonesia Emas 2045, termasuk evaluasi terhadap capaian pembangunan di daerah.

“Target 2045 itu sudah ada langkah-langkah percepatannya. Evaluasi-evaluasi di daerah juga harus terus dilakukan agar bisa diminimalisir bersama Forkopimda,” katanya.

Tak hanya soal pembangunan, Presiden juga menyoroti persoalan kebersihan dan penataan kota. Wahyu menyebut, Presiden mencontohkan kondisi lingkungan di sejumlah daerah, termasuk kasus penumpukan sampah yang berdampak pada banjir.

Menanggapi hal tersebut, Pemkot Malang berencana meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah. Koordinasi dengan DPRD juga akan dilakukan untuk memperkuat kebijakan penanganan kebersihan kota.

“Kesadaran masyarakat soal sampah ini penting. Banjir itu salah satunya karena persoalan sampah. Ini yang terus kita benahi,” katanya.

Penataan estetika kota juga menjadi perhatian Presiden, khususnya terkait pemasangan baliho. Wahyu menegaskan, baliho yang tidak sesuai dengan estetika kota akan ditertibkan.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian yakni kawasan sekitar Stadion Gajayana yang dinilai rawan penumpukan baliho dan sampah. Pemkot memastikan kawasan tersebut akan dibersihkan dan ditata ulang.

“Boleh memasang baliho, tapi harus terjaga estetikanya. Kalau ada titik yang tidak cocok, akan kita bongkar dan sesuaikan,” tegasnya. (ber/bob)

Exit mobile version