Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengakui keterbatasan armada truk pengangkut sampah masih menjadi kendala utama penanganan persampahan. Dari total produksi sampah harian sekitar 1.200 ton, baru separuhnya yang dapat terangkut setiap hari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman mengatakan, saat ini Pemkab Malang hanya memiliki 80 unit truk sampah yang melayani 33 kecamatan. Jumlah tersebut baru mampu mengangkut sekitar 600 ton sampah per hari.
“Kalau idealnya ya sekitar 200 unit truk dengan melihat jarak wilayah. Karena sekarang ada 80 unit truk dan terangkut 600 ton sampah. Tapi kalau ngomong yang lebih ideal lagi, ya satu desa satu truk sampah,” kata Avi, sapaan akrabnya, Kamis (1/1/2026).
Avi menjelaskan, sebagian armada truk sampah yang dimiliki Pemkab Malang merupakan bantuan corporate social responsibility (CSR). Di antaranya berasal dari Bank Jatim Cabang Kepanjen sebanyak dua unit, Perusahaan Otobus (PO) Bagong satu unit, Pabrik Gula Krebet satu unit, serta Alliance to End Plastic Waste (AEPW) satu unit. Selain itu, terdapat tambahan lima unit truk dari APBD Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2025.
Namun demikian, pada APBD Tahun Anggaran 2026 tidak terdapat alokasi anggaran untuk penambahan armada truk sampah. DLH Kabupaten Malang berencana mencari dukungan dari pihak donor dan program CSR.
“Kalau untuk di APBD TA 2026 tidak ada penganggaran untuk penambahan truk sampah. Tapi kita akan cari donor dan CSR. Karena (DLH) ada pemangkasan sampai Rp 10 miliar dari total anggaran kita Rp 60 miliar,” beber Avi.
Meski armada terbatas, DLH Kabupaten Malang tetap berupaya memaksimalkan truk yang ada untuk melayani pengangkutan sampah secara bertahap, mengingat luas wilayah serta jumlah penduduk Kabupaten Malang yang menjadi salah satu terbesar di Jawa Timur.
Terkait target ke depan, Avi menyebut Pemkab Malang menargetkan capaian zero waste pada 2029. Upaya tersebut akan difokuskan pada pengurangan sampah dari hulu, yakni di tingkat masyarakat, serta pengelolaan di TPA dengan target zero landfill.
“Kalau target kami di tahun 2029 itu zero waste. Untuk menuju zero waste itu kita fokus reduksi di hulu atau di masyarakat dan di TPA sendiri kita ada target zero landfill. Di tahun 2026 ini kita akan berprogres terus,” pungkasnya. (yog)




