Hari Jadi ke-1263 Kabupaten Malang, Dewan Ingatkan Kemiskinan Masih Jadi PR

Rapat Paripurna dengan agenda Peringatan Hari Jadi ke-1263 Kabupaten Malang tahun 2024, pada Selasa (28/11/2023).
Rapat Paripurna dengan agenda Peringatan Hari Jadi ke-1263 Kabupaten Malang tahun 2024, pada Selasa (28/11/2023). (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Semarak Hari Jadi ke-1263 Kabupaten Malang dengan tema ‘Bangkit Lebih Cepat Menuju Malang Makmur’ turut diperingati dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang digelar pada Selasa (28/11/2023).

Gelaran paripurna berjalan cukup meriah. Dibuka dengan persembahan tari Beskalan, dilanjutkan pemberian santunan anak yatim. Hingga ditutup dengan pemutaran video cuplikan sejarah dan penghargaan yang berhasil disabet Kabupaten Malang.

Acara dilanjutkan dengan resepsi dan tasyakuran Hari Jadi ke-1263 Kabupaten Malang di Kantor Bupati, Pendopo Panji, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)

Bupati Malang, Sanusi menuturkan, keberhasilan yang diperoleh Pemkab Malang tak lepas dari peran serta organisasi perangkat daerah (OPD), DPRD, lembaga, serta seluruh masyarakat yang terlibat.

“Harus diakui bahwa prestasi yang telah berhasil diraih tersebut juga tidak lepas dari peran serta semua pihak. Baik dari tingkat pusat hingga daerah, juga peran aktif para stakeholder yang telah banyak membantu jalannya pembangunan di Kabupaten Malang,” ujar Sanusi saat memberikan sambutan di Rapat Paripurna.

Dalam kesempatan tersebut, DPRD Kabupaten Malang mengingatkan Pemkab terkait pekerjaan rumah (PR) yang perlu diseriusi kembali di tahun yang akan datang.

Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi menekankan, PR masih menjadi salah satu skala prioritas yakni tingginya angka kemiskinan.

“Tidak bisa kita pungkiri bahwa PR-nya masih banyak karena memang kita berupaya bagaimana kita mengentaskan kemiskinan. Ini masih menjadi satu PR yang cukup berat juga bagi kita karena kemiskinan di Kabupaten Malang juga masih cukup tinggi,” ujar Darmadi saat ditemui usai Rapat Paripurna.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, tingkat kemiskinan di Kabupaten Malang memang masih terbilang tinggi. Namun terus menunjukkan perkembangan positif. Artinya ada sedikit penurunan setiap tahunnya.

Di tahun 2021, kemiskinan di Kabupaten Malang mencapai 10,50 persen dari jumlah penduduk keseluruhan alias sebanyak 278.580 jiwa. Sedangkan di tahun 2022, mengalami penurunan menjadi 9,55 persen alias sebanyak 252.880 jiwa.

Selanjutnya, di tahun 2023 ini kemiskinan dipresiksi turun menjadi 9,1 persen alias menjadi 242.411 jiwa. Sementara itu, target 2024 yakni di angka 8,5 persen alias 227.882 jiwa.

Selain kemiskinan, lanjut Darmadi, pendapatan per kapita masyarakat juga perlu menjadi perhatian serius.

Meningkatnya pendapatan per kapita diharapkan mendorong kesejahteraan masyarakat. Sesuai dengan visi misi Kabupaten Malang, yakni Malang Makmur.

“Diharapkan ada peningkatan pendapatan per kapita. Sehingga masyarakat bisa dikatakan sesuai dengan visi misi Malang Makmur, ini yang harus kita capai,” tegasnya.

“Bagaimana masyarakat ini memperoleh penghidupan layak dan kehidupan yang lebih baik. Baik dari segi pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya,” tandasnya. (ptu/lio)