Kabupaten Malang, blok-a.com – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk menghapus area tanpa layanan telekomunikasi atau blankspot terus dikebut. Meski jumlah desa blankspot menurun dibanding tahun sebelumnya, masih terdapat titik yang benar-benar tanpa sinyal dan harus ditangani dengan skema khusus.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang, Atsalis Supriyanto, mengatakan laporan perkembangan penanganan telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Agar percepatan penanganan mendapat dukungan lintas sektoral.
“Ya, itu terakhir kemarin sudah kami usulkan ke Pemprov Jatim. Sudah kami laporkan ke pemprov. Blankspot kan tinggal berapa itu, ya,” ujar Salis, Senin (1/12/2025).
Berdasarkan data Diskominfo, per Oktober 2025 masih terdapat 79 desa blankspot yang tersebar di 19 kecamatan. Angka ini menurun dari tahun 2024, ketika ada 84 desa blankspot di 20 kecamatan.
Pemkab Malang juga telah mengajukan penanganan tambahan ke Direktorat Akselerasi Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi. Sejumlah desa berada di wilayah pegunungan yang sulit dijangkau, sehingga penanganan tidak bisa dilakukan dengan pola umum.
Terkait opsi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Salis menyebut hal itu dimungkinkan. Namun Pemkab Malang sedang menghadapi kebijakan efisiensi anggaran sehingga pelaksanaan di lapangan perlu disesuaikan.
“Ya, sebenarnya bisa. Cuman sekali lagi, mengingat APBD juga terkena efisiensi, ya,” jelasnya.
Pada 2026, efisiensi anggaran diproyeksikan mencapai 40 persen, namun Pemkab tetap berupaya agar sebagian anggaran dapat diarahkan untuk peningkatan layanan telekomunikasi.
“Tetapi kami akan mencoba, meskipun di 2026 nanti ada pengurangan lagi akibat efisiensi. Kan sampai tembus 40-an persen, ya. Nah itu nanti mudah-mudahan bisa kami lakukan,” lanjutnya.
Salis menambahkan, Pemkab Malang juga membuka peluang kerja sama dengan penyedia layanan telekomunikasi. Sejumlah operator telah dilibatkan untuk menambah kekuatan jaringan di wilayah yang masih mengalami kendala akses.
“Atau apakah itu nanti dengan kerja sama melibatkan PT Telkom atau PT Capoeng. Paling tidak apakah sebagai bentuk kerja sama, itu kami harapkan bisa support di titik-titik yang ada blankspotnya. Nanti kami coba skema-skema itu,” paparnya.
Dari pemetaan terbaru, titik blankspot yang benar-benar tanpa sinyal kini diperkirakan hanya tersisa satu hingga dua lokasi. Wilayah tersebut berada di kawasan pegunungan Kabupaten Malang yang sulit dijangkau secara teknis.
“Kalau Kabupaten Malang sendiri, kalau untuk yang betul-betul signalnya nol begitu, paling tinggal hanya 1 atau 2 titik saja,” ungkapnya.
Beberapa daerah yang masih mengalami kendala berada di Sumbermanjing Wetan dan Tirtoyudo. Namun sebagian kawasan di Tirtoyudo sudah mulai tertangani berkat dukungan pihak swasta.
“Tetapi di Tirtoyudo pun sekarang sudah banyak dibantu dari teman-teman swasta juga. Itu termasuk yang blankspot juga,” pungkas Salis. (yog/lio)








