Kota Malang, blok-a.com – Kota Malang tengah mempersiapkan diri untuk mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai bagian dari jaringan kota kreatif dunia versi UNESCO.
Misi ini sebenarnya sudah digaungkan oleh Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat sejak awal terpilihnya sebagai Pj Wali Kota. Namun pencapaian ini diharapkan bisa terwujud pada tahun 2025 mendatang.
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa bulan depan, tim dari UNESCO akan datang untuk meninjau perkembangan Kota Malang.
“Target tahun 2025 adalah Kota Malang menjadi kota kreatif dunia. Insyaallah, bulan depan, UNESCO akan turun langsung untuk meninjau Kota Malang yang sedang menuju gelar kota kreatif dunia 2025,” terangnya.
Dengan adanya kunjungan UNESCO ini, Kota Malang sudah siap adu banteng dengan kota lain untuk menjadi kota keenam di Indonesia yang mendapat pengakuan sebagai kota kreatif oleh UNESCO.
Saat ini, lima kota di Indonesia telah memperoleh gelar tersebut, yaitu Pekalongan, Bandung, Ambon, Jakarta, dan Solo.
Kelima kota tersebut mendapat gelar kota kreatif dunia dalam bidang yang berbeda-beda mulai dari musik, kerajinan, literasi, dan desain.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Kota Malang telah melakukan berbagai persiapan, termasuk dalam hal regulasi dan infrastruktur.
Wahyu yakin bahwa Kota Malang telah memenuhi sebagian besar elemen dan persyaratan yang diperlukan oleh UNESCO.
“Kami telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan, mulai dari penyusunan regulasi hingga peningkatan sarana prasarana. Semua akan kami tunjukkan saat tim UNESCO melakukan pendataan di lapangan,” tambahnya.
Bahkan dalam kunjungan Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki Jumat (26/4/2024) kemarin, Wahyu memastikan sudah ‘titip pesan’ tentang kemajuan Kota Malang ke Presiden Joko Widodo.
“Pak Menteri akan menyampaikan kepada Presiden terkait kemajuan ekonomi kreatif di Kota Malang. Semoga nantinya, saat beliau mengunjungi Kota Malang, beliau dapat melihat langsung perkembangan ekonomi kreatif, termasuk di MCC,” tutup Wahyu.
MCC sendiri telah mendapat apresiasi dari Teten Masduki. MCC diakui sebagai pusat inkubasi bagi para pelaku kreatif di Kota Malang yang dapat menelurkan berbagai inovasi yang dapat membentuk ekonomi baru.
“Pak Menteri sangat mengapresiasi kontribusi ekonomi kreatif di Kota Malang, termasuk peran MCC sebagai wadah bagi komunitas kreatif di kota ini. Kolaborasi yang terjalin antara pemerintah dan pelaku kreatif sangat tepat,” ungkap Wahyu.(art/lio)




