Kota Malang, blok-a.com – Banjir maupun genangan air masih menjadi salah satu permasalahan yang sering kali dikeluhkan masyarakat Kota Malang, terutama di kala musim hujan datang.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Pemerintah Kota Malang menyiapkan sejumlah senjata yang salah satunya adalah dengan master plan drainase.
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menerangkan bahwa master plan tersebut diproyeksikan dapat menanggulangi permasalahan banjir di Kota Malang pada 2028 nanti.
Butuh waktu yang relatif lama memang, lantaran penerapannya akan dilakukan secara bertahap.
Alasan penggarapan secara bertahap ini tidak jauh dari ketersediaan anggaran. Karena total anggaran yang diperlukan untuk menggarap secara utuh sangat besar. Maka disesuaikan dengan APBD per tahun.
“Master plan drainase kita yang kita buat, kita sesuaikan dengan permasalahan ketersediaan dan kemampuan anggaran. Maka kita atur sampai 2028. Tahapannya sudah ada, jadi 2025 apa, 2026 apa, 2027 apa dan selanjutnya berdasarkan skala prioritas dan ketersediaan anggaran,” terang Wahyu.
Selain itu, permasalahan banjir, menurut Wahyu, adalah permasalahan yang holistik. Sehingga penyelesaiannya tidak bisa dilaksanakan hanya di titik-titik tertentu tapi harus secara menyeluruh agar tuntas.
“Sambil kita minta Pak Kadis PUPR juga untuk melihat bahwa untuk menyelesaikan banjir tidak hanya bisa satu titik. Itu harus dari beberapa titik agar tidak di sini selesai di sana banjir, kan tidak bisa. Harus menyeluruh,” terang Wahyu.
Nantinya juga akan ada kajian-kajian dengan beberapa pihak yang memiliki ilmu untuk menanggulangi banjir agar penanganan dapat efektif.
Wahyu pun optimis jika seluruh rencana yang telah terpapar di master plan drainase dapat dilaksanakan dengan lancar, maka misi untuk menebas tuntas banjir di Kota Malang pada tahun 2028 dapat terlaksana.
“Saya minta kita kaji secara bersama, kira-kira nanti bagaimana penanganannya, kita buka masterplan drainasenya, kita tahu di titik-titik ini yang harus kita selesaikan. Insyaallah 2028 kita bebas banjir. Ini saya akan mengawal terus agar 2028 Kota Malang bebas banjir,” ujar pria asal Bareng itu.(art/lio)




