Kota Malang, blok-a.com — Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meresmikan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KMP) Bunulrejo sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan. Peresmian tersebut sekaligus menegaskan arah kebijakan Pemkot Malang untuk mendorong sinergi KMP dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kolaborasi ini ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Wahyu menyebut, KMP Bunulrejo telah mulai mengoperasikan sejumlah bidang usaha yang dapat terhubung langsung dengan SPPG. Unit usaha tersebut meliputi sembako, air minum, dan LPG. Menurutnya, kebutuhan bahan pokok SPPG seperti beras dan gula dapat dipenuhi melalui KMP setempat sehingga distribusi lebih efisien dan berpihak pada ekonomi lokal.
“Untuk sembako, air minum, dan LPG, saya harapkan sudah ada koordinasi dengan SPPG. Kebutuhan seperti beras dan gula bisa langsung melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih di sekitarnya,” ujar Wahyu.
Ia menilai, sinergi tersebut mempertemukan dua program strategis nasional yang saling menguatkan. Koperasi memperoleh pasar yang jelas, sementara SPPG mendapatkan pasokan dengan harga kompetitif. Skema ini diharapkan memperkuat rantai pasok berbasis komunitas di tingkat kelurahan.
“Ini koordinasi dua program strategis nasional. Kooperasinya hidup, SPPG-nya juga jalan,” katanya.
Wahyu menambahkan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan harga sembako di KMP relatif lebih murah dibandingkan harga pasar di luar. Hal ini membuka peluang penghematan belanja kebutuhan pokok sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai simpul distribusi ekonomi lokal.
“Kita lihat dari sembako itu harganya lebih murah daripada harga di luar. Tinggal sosialisasi kepada anggota dan masyarakat,” ucapnya.
Terkait operasional, Wahyu menyebut hingga saat ini terdapat 12 KMP yang telah aktif dari total 57 koperasi di Kota Malang. Sebagian masih memanfaatkan lokasi sementara, namun aktivitas usaha tetap berjalan. Pemkot menilai keberlanjutan usaha dan manfaat ekonomi bagi warga menjadi prioritas.
“Yang sudah aktif ada 12 dari 57. Kendalanya memang lokasi, ada yang masih dompleng. Tapi yang penting koperasi ini berjalan dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Pemkot Malang menargetkan seluruh KMP dapat beroperasi dalam waktu satu tahun ke depan. Selain penguatan jaringan usaha, pemerintah juga mengupayakan dukungan aset agar koperasi memiliki ruang usaha yang memadai, tanpa mengabaikan sinergi dengan program SPPG.
“Insya Allah dalam satu tahun ini. Kita terus mengupayakan lokasi, sambil memastikan sinergi ekonomi dengan program seperti SPPG bisa berjalan,” tuturnya. (ber/gni)




