Pemerintah Kota Malang Mendapat Apresiasi Menteri Dalam Negeri dalam Menjaga Stabilitas Harga Pangan

Pemerintah Kota Malang Mendapat Apresiasi Menteri Dalam Negeri dalam Menjaga Stabilitas Harga Pangan
Pemerintah Kota Malang Mendapat Apresiasi Menteri Dalam Negeri dalam Menjaga Stabilitas Harga Pangan

 

Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memperlihatkan kesuksesannya dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Stabilitas harga pangan di Kota Malang ini didapat melalui serangkaian langkah proaktif yang diambil oleh jajaran Pemkot Malang.

Dengan kreativitas yang tergambar melalui program unik seperti Warung Tekan Inflasi Mbois Ilakes, Kota Malang berhasil memberikan respons yang efektif terhadap dinamika harga pangan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat lokal.

Salah satu langkah unggul yang menjadi daya tarik Kota Malang adalah implementasi Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) melalui kerjasama erat dengan Perum BULOG. SPHP, yang menjadi inti dari program Warung Tekan Inflasi Mbois Ilakes, berhasil menghasilkan realisasi mencapai 121.294 ton pada 28 Januari 2024.

Menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, keberhasilan ini menandai keseriusan dan komitmen pemerintah daerah untuk mengatasi dampak inflasi pada harga pangan serta memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi warga Kota Malang.

“Intinya yang paling utama adalah kita tetap bekerja untuk mengendalikan inflasi yang saat ini cukup terjaga dengan baik,” ungkap Tito dalam Rapat Koordinasi secara daring dengan Pemkot Malang pada Senin (29/1/2024).

Tito juga berpesan agar Pemkot Malang tetap memantau peruhbahan harga bahan pokok yang dapat mempengaruhi harga bahan pokok lain, seperti jagung yang menjadi pakan ayam ternak.

“Tapi kita selalu mengupdate karena selalu berubah, dan saat ini komoditas yang menjadi perhatian kita bersama adalah bawang putih, beras, telur ayam ras, dan juga jagung, terutama jagung pakan untuk ternak,” tutur Tito.

Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa langkah-langkah Badan Pangan sangat signifikan dalam menstabilkan harga, termasuk SPHP beras dan cadangan beras komersial.

“Sejak awal Januari yang lalu, Mendagri sudah mengingatkan untuk mewaspadai kenaikan harga jagung. Sebab dikhawatirkan akan berpengaruh juga pada harga telur dan daging ayam. Mumpung harganya belum naik, maka perlu kita lakukan intervensi untuk mencegah hal itu terjadi,” tuturnya.

Tidak hanya itu, pendistribusian bahan pokok lain seperti telur dan daging ayam untuk penanganan stunting juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan dengan harga yang terjangkau. (mg1/bob)

Exit mobile version