Pemkab Malang Mulai Terapkan Pembayaran Non Tunai di Pasar Tradisional

Ilustrasi transaksi pasar tradisional di Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Ilustrasi transaksi pasar tradisional di Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mulai terapkan pembayaran non tunai di pasar tradisional. Hal ini telah diterapkan di 34 pasar yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang.

Meskipun belum sepenuhnya terpenuhi, namun pembayaran non tunai menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) terus didorong melalui sosialisasi dan edukasi di kalangan pedagang pasar tradisional Kabupaten Malang.

Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Nur Fuad menerangkan, antusias pedagang maupun pembeli cukup besar untuk beralih ke pembayaran non tunai. Sebab, dengan penerapan tersebut dianggap memudahkan proses transaksi.

“Sebenarnya memang ada program untuk menggunakan non tunai. Memang agak kami pacu di situ, supaya teman-teman pedagang ini menggunakan pembayaran non tunai, QRIS,” kata Fuad kepada awakmedia, Senin (30/9/2024).

Kebanyakan pedagang yang telah menerapkan pembayaran QRIS yakni kalangan muda. Sementara itu, sebagain dari mereka masih belum memahami secara optimal.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, sambung Fuad, pihaknya mengaku akan melaksanakan pelatihan dan sosialisasi kepada pedagang, khususnya yang berusia muda.

“Karena memang ini salah satu penilaian dari BI untuk pengendalian inflasi juga,” ujarnya.

Lebih lanjut, dari 34 pasar tradisional yang telah menerapkan pembayaran melalui QRIS. Menurutnya, Pasar Tumpang menjadi yang paling unggul. Dari data Disperindag, setidaknya hampir 40 persen pedagang telah bertransaksi menggunakan QRIS.

Selain itu, di pasar lain seperti Pakisaji dan Kepanjen, juga disebutkan telah menerapkan transaksi pembayaran non tunai. Kendati demikian, penggunaannya masih sangat sedikit.

“Kami juga baru mengumpulkan teman-teman kepala pasar. Saya ajak koordinasi, kira-kira kalau penerapan QRIS nanti bagaimana, seperti apa strateginya,” ungkapnya.

Selain pembayaran non tunai, pihaknya juga kembali mendorong masyarakat agar kembali berbelanja di pasar tradisional. Di sisi lain, ia juga kembali menekankan keberaihan dan kenyamanan pasar dengan memperbaiki fasilitas.

“Termasuk kebersihan dan kenyamanan, untuk menarik lebih banyak pengunjung. Apalagi sekarang banyak memilih beli di ecommerce. Jadi supaya pedagang dapat kembali beroperasi dan meningkatkan pendapatan mereka,” pungkasnya. (ptu/bob)

Exit mobile version