Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemkab Malang menyiapkan Kepanjen Convention Center (KCC) sebagai pusat pameran dan promosi produk UMKM yang ditargetkan terealisasi pada 2027. Fasilitas di Jalan Panji, Kepanjen, itu dirancang menyediakan ruang pameran gratis sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli melalui skema business matching.
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar, mengatakan perluasan akses pemasaran menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendorong UMKM lokal berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
KCC direncanakan berdiri di atas lahan seluas 1,1 hektare. Selain menjadi tempat pameran, fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli agar peluang kerja sama dan transaksi bisnis semakin terbuka.
Pemkab Malang berharap keberadaan KCC dapat membantu pelaku usaha memperkenalkan produk, membangun jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar.
Di luar penyediaan ruang pameran, Budiar juga mendorong penguatan pemasaran digital. Ia meminta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malang turut mendukung pelatihan pembuatan situs web bagi pelaku UMKM agar produk unggulan daerah memiliki identitas digital dan lebih mudah dijangkau konsumen.
“Produk unggulan Kabupaten Malang memiliki potensi besar. Karena itu, perlu didukung dengan pemasaran digital agar semakin dikenal dan mudah diakses oleh konsumen,” ujar Budiar, Senin (12/10/2026).
Ia menambahkan, penguatan UMKM selama ini telah dilakukan melalui pelatihan, lokakarya, hingga fasilitasi bantuan peralatan produksi. Namun, upaya tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan memanfaatkan teknologi dan memperluas akses pasar.
Budiar mencontohkan sejumlah komoditas Kabupaten Malang yang telah menembus pasar ekspor. Mulai dari bunga krisan dan produk mebel hingga olahan singkong beku dari Kecamatan Pakis yang dipasarkan ke Belanda.
Salah satu potensi yang disoroti ialah peningkatan nilai tambah singkong melalui pengolahan dan pengemasan. Dalam paparan kegiatan tersebut, singkong yang semula dijual sekitar Rp5.000 per kilogram disebut dapat memiliki nilai jual hingga Rp250.000 per kilogram setelah diolah menjadi produk beku untuk pasar luar negeri.
Contoh tersebut menunjukkan peningkatan nilai ekonomi produk tidak hanya bergantung pada jumlah produksi, tetapi juga inovasi pengolahan, kualitas, kemasan, dan kesesuaian dengan kebutuhan pasar.
Pemkab Malang juga berkomitmen membantu pelaku UMKM dalam pengurusan legalitas usaha. Serta mendorong peningkatan status usaha menjadi badan hukum, termasuk berbentuk persekutuan komanditer (CV). Kemudahan perizinan investasi turut diupayakan sesuai ketentuan, dengan tetap memperhatikan tata ruang dan perlindungan kawasan lahan hijau.
Dalam kesempatan itu, Budiar mengapresiasi pemilik Riuma Resort, Bambang Irawan, yang menyediakan ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan dan memasarkan produk UMKM lokal. Keberadaan ruang pemasaran tersebut dinilai menjadi contoh kolaborasi sektor swasta dalam mendukung potensi ekonomi perdesaan.
“Saya menyampaikan salam hangat dari Bupati Malang, H. M. Sanusi. Saya juga berpesan, bahwa pengembangan UMKM membutuhkan semangat kolaborasi, kreativitas, dan keberanian untuk terus berinovasi,” pungkasnya.
Melalui rencana pembangunan KCC, penguatan pemasaran digital, serta pendampingan legalitas usaha. Pemkab Malang berharap semakin banyak UMKM mampu meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas jangkauan pemasaran, baik di tingkat nasional maupun internasional. (yog)








