Pemkab Malang Siapkan Skema Arema FC Kelola Stadion Kanjuruhan Saat Kunjungi Bandung

Bupati Malang, HM Sanusi saat melakukan assessment ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Prokopim)
Bupati Malang, HM Sanusi saat melakukan assessment ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Prokopim)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemkab Malang mulai mematangkan rencana pengelolaan Stadion Kanjuruhan di Kepanjen melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melakukan assessment langsung ke Pemkot Bandung untuk mempelajari pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Bupati Malang HM Sanusi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar dan jajaran lainnya melakukan assessment tersebut di Balai Kota Bandung, Rabu (7/10/2026) kemarin. Rombongan diterima Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain.

Kegiatan itu turut diikuti Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang serta General Manager Arema FC. Hasil assessment akan menjadi bahan pertimbangan dalam melanjutkan rencana Arema FC sebagai pihak ketiga dalam pengelolaan Stadion Kanjuruhan.

Sanusi mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri terkait efektivitas penggunaan stadion untuk menunjang perkembangan olahraga sepak bola.

Ia menyebut menerima saran dari dari Menpora, untuk diminta mempercepat efektivitas pengelolaan Stadion Kanjuruhan melalui kerja sama dengan Arema FC.

“Saya dengar di Pemkot Bandung, keberadaan GBLA sudah dikerjasamakan dengan pihak ketiga,” ujar Sanusi.

Ia mengungkapkan, Pemkab Malang perlu mempelajari model pengelolaan GBLA yang telah memasuki tahun ketiga melalui kerja sama dengan manajemen Persib Bandung.

Selain mendapatkan paparan dari Pemkot Bandung, rombongan juga bertemu dengan perwakilan manajemen Persib Bandung di GBLA. Mereka sekaligus meninjau kondisi stadion, termasuk rumput lapangan yang saat ini memasuki masa perawatan.

Sanusi menambahkan pengalaman tersebut akan menjadi bahan untuk menyiapkan konsep pengelolaan Stadion Kanjuruhan. Ia ingin stadion tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertandingan sepak bola, tetapi juga terintegrasi dengan kawasan di sekitarnya.

“Kita pernah ke Barcelona melihat pengelolaan Stadion. Memang di sana sangat luar biasa, tiap hari tidak ada sepinya. Megah dan indah. Sehingga stadion disamping sebagai tempat olahraga namun juga tempat pusat pariwisata, yang disajikan bagi turis mancanegara. Jika pada fenomena di masa lalu alun-alun terintegrasi dengan masjid dan pendopo,” tambah Sanusi.

Sanusi menjelaskan, konsep tersebut ingin dikembangkan di Kabupaten Malang dengan mengintegrasikan Stadion Kanjuruhan, Alun-alun Kabupaten Malang, pendopo, dan masjid.

Sanusi menerangkan kawasan Stadion Kanjuruhan selama ini juga menjadi salah satu pusat keramaian masyarakat. Area parkir stadion kerap dimanfaatkan sebagai tempat berkegiatan karena keterbatasan lokasi lain.

“Di Stadion Kanjuruhan dalam kesehariannya, di halaman parkirnya menjadi pusat keramaian bagi masyarakat karena memang tidak ada tempat lainnya. Hal itu yang kemudian akan kita kolaborasikan dengan klub Arema,” terangnya.

Dalam assessment tersebut, Pemkab Malang juga meminta penjelasan mengenai teknis kerja sama pengelolaan GBLA. Hal yang dikaji meliputi kontribusi pihak ketiga, sistem perawatan stadion, manajemen risiko, hingga jangka waktu kerja sama.

“Kita meminta Pak Sekda dan Kepala Dispora Kota Bandung untuk memberikan paparan atau penyajian tentang sistem tata kelola kerjasama dengan pihak ketiga, kontribusi pihak ketiga bagaimana, kelanjutannya tentang perawatan dan manajemen resiko di dalam kerjasama,” pungkasnya. (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.