Kota Malang, blok-a.com – Pada malam Selasa (12/3/2024), Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memulai kegiatan Safari Ramadan dengan mengunjungi Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang.
Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memperkuat penyebaran nilai-nilai Islam dan menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat.
Selama kegiatan ini, Pemkot Malang juga memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp10 juta kepada PCNU Kota Malang, paket sembako kepada kaum duafa, serta peralatan sekolah bagi anak yatim.
“Pemberian bantuan ke beberapa masjid ini berdasarkan pengajuan, yang kemudian diverifikasi oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Cabang Kota Malang. Nilai bantuan yang bersumber dari dana hibah ini, setiap masjid akan menerima bantuan Rp10 juta,” terang Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Wahyu juga menyatakan bahwa Pemkot Malang akan memberikan bantuan serupa kepada Muhammadiyah dan beberapa masjid yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.
Bantuan ini akan diberikan dalam bentuk uang sebesar Rp10 juta untuk setiap masjid, dan proses penyalurannya akan melalui verifikasi oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Cabang Kota Malang.
Wahyu menekankan bahwa Pemkot Malang, bersama dengan DMI, telah memulai proses identifikasi terhadap masjid-masjid yang belum pernah mendapatkan bantuan atau yang membutuhkan bantuan dengan prioritas tertentu.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa bantuan disalurkan secara adil dan tepat sasaran.
Wahyu Hidayat juga menegaskan pentingnya saling memaafkan dan berdamai, sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik.
Dengan demikian, kegiatan Safari Ramadan Pemkot Malang tidak hanya menjadi ajang pemberian bantuan, tetapi juga sebagai upaya memperkuat jalinan kebersamaan dan membangun kedamaian dalam masyarakat.
Ketua PCNU Kota Malang KH. Isroqunnajah atau akrab disapa Gus Is, mengapresiasi kehadiran Pemkot Malang dalam kegiatan Safari Ramadan ini.
Gus Is mengajak umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan kerukunan, serta menekankan pentingnya perdamaian dan rekonsiliasi di tengah perbedaan pandangan.
“Masih kembali kepada kontestasi, berbeda itu niscaya, tetapi ada kesamaan kita menjadi bagian dari umat berbangsa dan bernegara harus bergerak terus maju. Maka tensi politik boleh kemarin itu sedikit panas, tapi kemudian pada momen Ramadan ini kita turunkan tensi kita untuk membangun negeri yang lebih maju lagi,” terangnya.(art/lio)




