Kota Malang, Blok-a.com – Karena angka inflasi bahan pokok di Kota Malang tercatat kembali merangkak naik, Pemkot Malang memutuskan untuk membuka kembali Warung Tekan Inflasi.
Kenaikan angka inflasi sebagian bahan pokok di Kota Malang ini diutarakan oleh Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Malang yang baru dilantik awal bulan Maret lalu, Febrina.
“Di minggu-minggu kemarin masih ada kenaikan di beberapa komoditi terutama bahan pokok. Tapi sudah ada pergerakan penurunan ya terutama karena intervensi-intervensi dari pemerintah daerah juga pihak-pihak terkait,” terangnya.
Untuk Terus menekan angka inflasi tersebut, kali ini Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang memutuskan untuk membuka kembali Warung Tekan Inflasi Mbois Ilakes di tiga pasar utama Kota Malang, yaitu pasar Blimbing, pasar Dinoyo, dan pasar Besar.
Rencananya, WTI akan tetap dibuka untuk mengendalikan inflasi bahan pokok selama Ramadan dan Idul Fitri, dengan memperhatikan komoditi apa saja yang mengalami kenaikan harga dan memerlukan intervensi.
“Kita tetap buka (selama ramadan dan idul fitri). Nah, ini kita lihat komoditi-komoditi mana yang kita intervensi, agar di warung tekan inflasi ini kitab isa menjual koomoditi tersebut untuk bisa mengimbangi harga yang di pasar,” terang Pj Wali Kota Malang Wahyu hidayat di kesempatan yang sama.
Selain WTI, selama Ramadan ini Pemkot Malang juga akan menggerakkan Gerakan Pangan murah di seluruh kecamatan di Kota Malang. Dalam kegiatan ini, berbagai komoditi pokok akan dijual lebih murah dari harga pasar.
“Gerakan Pangan murah sudah ada di beberapa spot, kita tinggal tambah jumlah komoditinya juga nanti berkoordinasi dengan Pemkot Malang. Tentunya support dari pemerintah itu sangat jelas dan nyata,” tutur dia.
Terkait hal ini, Wahyu juga menegaskan untuk Gerakan Pangan murah nanti masyarakat tidak perlu panik atau takut terlewatkan karena gerakan ini akan dilaksanakan beberapa kali di setiap kecamatan.
“Gerakan Pangan Murah ini kan tidak sekali. Kita rencananya sampai beberapa kali, mudah-mudahan bisa menekan harga bahan pokok,” tutur Wahyu. (art/bob)








