Pemkot Malang Wajibkan ASN untuk Kenakan Produk UMKM Setiap Kamis

Pj Wali Kota Wahyu Hidayat dan jajaran ASN tidak menggunakan seragam dinas hari Kamis (2/11/2023).
Pj Wali Kota Wahyu Hidayat dan jajaran ASN tidak menggunakan seragam dinas hari Kamis (2/11/2023).

 

Kota Malang, blok-a.com – Pemkot Malang mengeluarkan aturan baru untuk ASN dan non-ASN. Baru-baru ini, telah dikeluarkan peraturan dari Pemkot Malang yang melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN untuk menggunakan seragam dinas.

Para ASN dan non-ASN Pemkot Malang itu kini bisa dan diatur untuk mengenakan baju bebas.

Hal itu Sesuai SE Walikota Malang No 18 Tahun 2023 tentang Pedoman Pakaian Dinas Hari Kamis di Lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Namun, tak sembarang baju bebas. Para ASN di Kota Malang hanya boleh menggunakan produk UMKM saja.

Peraturan tersebut mulai diberlakukan mulai hari Kamis (2/11/2023) ini. Kini, bagi para ASN, setiap hari Kamis dinamakan Kamis Mbois. Jadi seperti namanya, ASN dan non-ASN Pemkot Malang diwajibkan tidak menggunakan baju seragam dinas

Menurut Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, program Kamis Mbois ini untuk memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Malang.

Menurut dia, selama ini banyak produk UMKM lokal yang justru banyak terjual ke luar kota. Dia ingin juga membantu penjualan UMKM Kota Malang dengan dimulainya program Kamis Mbois itu.

Sebab dengan tidak langsung para ASN akan membeli produk-produk UMKM Kota Malang.

“Saya minta besok ketika Kamis Mbois itu saya minta ke semua ASN bisa menggunakan semua produk UMKM, baik batik atau apa, terserah,” papar dia.

Namun, Wahyu memberi imbauan agar semua ASN tidak menggunakan produk selain UMKM di Kota Malang. Apalagi, produk-produk luar negeri.

“Jangan produk luar negeri atau lain UMKM Kota Malang. Harapannya memang dengan ini ada semangat UMKM Kota Malang, tapi kita bisa memberikan, merasakan dan kita memberikan ruang kesempatan pada UMKM,” bebernya.

Selain itu, dia juga berharap agar dengan tidak mengenakan baju seragam bisa menghilangkan sekat antar ASN dan masyarakat.

Wahyu menilai, selama ini banyak masyarakat yang enggan meminta bantuan ASN karena seragamnya.

“Yang kedua kita minta tidak ada sekat antara ASN dan warga Kota Malang. Kalau menggunakan seragam seperti ada sekat. Kalau dengan begini kita berbaur dan kita menjadi satu untuk Masyarakat Kota Malang juga tidak sungkan untuk berkonsultasi. Kalau menggunakan baju khas Kota Malang jadi tidak ada sekat lagi,” imbuhnya. (mg2/bob)