Kota Malang, blok-a.com – Rapat Paripurna DPRD Kota Malang membahas tentang angka pengangguran di Kota Malang dan strategi untuk menekan angka tersebut.
Berdasarkan angka terakhir pada tahun 2023, diketahui bahwa Indeks Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Malang berada di angka 7,6 persen. Demi terus menekan angka ini, dalam Rapat Paripurna kali ini disebutkan telah tersedia beberapa strategi yang akan diterapkan dengan berjalannya APBD Tahun Anggaran 2024.
“Penurunan tingkat pengangguran tetap menjadi prioritas atau kinerja daerah di tahun 2024 melalui kolaborasi antar Perangkat Daerah dalam melaksanakan program atau kegiatan yang meliputi peningkatan kompetensi pencari kerja melalui pelatihan-pelatihan kerja, peningkatan pembinaan kepemudaan yang produktif dan inovatif,” terang Pj Walikota Malang Wahyu Hidayat
Peningkatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, peningkatan usaha mikro, serta peningkatan promosi penanaman modal dan kemudahan perizinan usaha juga akan menjadi fokus upaya pemerintah daerah Kota Malang untuk memperbesar lapangan kerja yang tersedia.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang mencapai angka 7,66 persen menurut beberapa pihak adalah sebuah angka yang termasuk besar, mengingat potensi Kota Malang yang melimpah. Namun, angka tersebut ternyata lebih kecil dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 9,65 persen atau sudah turun 1,99 persen.
“Pemerintah Kota Malang akan terus melakukan upaya terintegrasi dan lintas sektoral dalam pengentasan kemiskinan, membuka akses dan lapangan pekerjaan, serta pemerataan pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana publik,”terang Wahyu Hidayat
Upaya yang akan dilaksanakan adalah Pengembangan dan penguatan 17 subsektor Ekonomi Kreatif termasuk mewadahi kreativitas dan pengembangan potensi gen milenial dan gen z.
“Diantaranya melalui peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi siswa, serta pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi usia produktif secara sistematis dan berkesinambungan,” tambahnya. (mg1/bob)




