Rencana Jukir di Kayutangan Heritage Malang Bergaji, Bayar Parkir Pakai QRIS

Suasana Kayutangan Heritage di malam hari. (blok-a.com/Satria Akbar Sigit)
Suasana Kayutangan Heritage di malam hari. (blok-a.com/Satria Akbar Sigit)

Kota Malang, blok-a.com – Juru Parkir (Jukir) di Kayutangan bakal mendapat gaji. Mereka tidak lagi meminta uang tunai per kendaraan.

Hal itu sesuai rencana Pemkot Malang melalui Dishub Kota Malang untuk menerapkan parkir non-tunai atau e-parking di Kayutangan Heritage.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menjelaskan, pihaknya kini sedang mendata jumlah Jukir yang ada di Kayutangan.

Sementara ini dia memperkirakan, terdapat 5 sampai 7 Jukir di satu titik parkir Kayutangan Heritage.

“Kita harus memulai, kita sudah mendapat jumlah juru parkir di sana. Sementara akan kami ambil contoh di situ,” jelasnya.

Jukir di Kayutangan Heritage itu bisa bergaji karena nantinya semua pembayaran parkir melalui QRIS atau non-tunai. Uang parkir tidak lagi masuk kantong Jukir pribadi dulu.

Semua uang parkir harus terdata dan masuk ke pemerintah daerah terlebih dulu.

Setelah itu, setiap bulannya Jukir akan mendapat bayaran dari hasil parkir non-tunai itu.

“Selama ini mereka Jukir bayar dan pulang membawa uang langsung setiap hari. Jumlah yang disetorkan 30 sampai 40 persennya dari yang diterima. Tetapi ini tidak, semuanya harus ke Pemda dulu melalui pembayaran non tunai tadi,” kata dia.

Sementara untuk menerapakan e-parking itu, Widjaja kini tengah mempersiapkan perangkat dan peralatannya. Anggarannya sedang diajukan ke BKAD Kota Malang.

“Perangkatnya ini kita harus buat peraturannya dulu, kita ajukan pada BKAD, kita siapkan uangnya dulu,” tuturnya.

Widjaja menyebut, tujuan dari parkir non tunai dan jukir yang bergaji ini dilakukan untuk transparansi dan peningkatan layanan publik terkait parkir.

“Mau tidak mau kita lakukan perbaikan dalam rangka memberikan layanan terkait pelayanan parkir. Layanan parkir kita menggunakan skema atau kebutuhan perkembangan zaman. Kita akan memulai pembayaran secara non tunai,” jelasnya.

Exit mobile version