Kabupaten Malang, blok-a.com – Bupati Malang HM Sanusi menjelaskan capaian dan strategi penurunan tingkat pengangguran dalam kegiatan Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah, Rabu (1/4/2026). Kegiatan yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting tersebut berlangsung di Ruang T Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang.
Sanusi menyampaikan penurunan angka pengangguran menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Berbagai program telah dijalankan secara terintegrasi, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga perluasan kesempatan kerja.
“Pemerintah Kabupaten Malang terus berkomitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing di dunia industri,” ujar Sanusi.
Ia menambahkan, salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah pelaksanaan bursa kerja di SMK yang berhasil menempatkan lebih dari 3.000 siswa ke dunia kerja.
Selain itu, Pemkab Malang juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penguatan Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK turut menjadi strategi penting dalam memperluas penyerapan tenaga kerja. Di sisi lain, pembentukan Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit dinilai mampu menjaga sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja, sekaligus menciptakan hubungan industrial yang harmonis.
“Inovasi menjadi ciri khas Kabupaten Malang dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif,” lanjutnya.
Salah satu inovasi unggulan adalah program Difajaya yang berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pelatihan, layanan khusus, serta platform digital. Hingga 2025, sebanyak 196 penyandang disabilitas telah terserap bekerja di 34 perusahaan mitra.
Selain itu, pelatihan berkelanjutan juga telah diberikan kepada 76 peserta sepanjang 2024 hingga 2025 sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja.
“Upaya menekan pengangguran tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga pada pembangunan masa depan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (yog/bob)




