Kota Malang, blok-a.com – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat optimistis angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Malang dapat ditekan melalui masuknya investasi dan pertumbuhan sektor informal. Optimis tersebut disampaikan Wahyu seusai rapat paripurna DPRD Kota Malang pada Senin (21/9/2026).
Wahyu menjelaskan target penurunan TPT Kota Malang yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Wahyu menambahkan, masuknya investasi ke Kota Malang diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru dan mengurangi jumlah pengangguran.
Ia mengungkapkan, perkembangan sektor kreatif juga dinilai berpotensi menyerap tenaga kerja di luar sektor formal.
“Karena kita optimis ya, dengan adanya investasi masuk, tentu juga akan ada pengurangan pengangguran. Kemudian yang kedua, ada juga pengangguran informal,” kata Wahyu.
Ia menjelaskan, status Kota Malang sebagai kota kreatif turut mendorong munculnya berbagai wadah dan aktivitas kreatif yang dapat menciptakan pekerjaan informal.
“Kita kan sekarang kebetulan Kota Kreatif ini akhirnya banyak membuat pekerja-pekerja yang tidak bekerja di sektor formal tapi dia informal, tapi mereka bisa mengurangi pengangguran. Nah itulah, jadi kan harusnya turun. Jadi target kita, kita optimis kita bisa naik melebihi dari pusat,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai target TPT Kota Malang yang berada di atas target nasional sebesar 4 persen, Wahyu menegaskan penetapan target disesuaikan dengan potensi dan persoalan yang dihadapi daerah.
Ia menyampaikan, target pembangunan telah disusun dalam RPJMD untuk periode lima tahun dan dijabarkan ke dalam target tahunan.
“Ya itu, karena kita sesuai dengan potensi ataupun permasalahan yang ada di Kota Malang. Target itu kan tidak serta-merta berbeda, dan target itu kan dalam RPJMD ya selama 5 tahun itu sudah tertuang dalam tahunan,” tuturnya.
Wahyu membeberkan, target tahunan tersebut tetap dapat melampaui capaian yang telah ditetapkan apabila potensi daerah mampu dioptimalkan.
“Kebetulan tahunan saat ini targetnya seperti itu. Tapi perkara nanti akan bisa melampaui dan lain-lain, tentu dengan mempertimbangkan potensi dan masalah yang kita miliki,” pungkasnya. (yog)




