Kota Malang, Blok-a.com – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman memastikan rencana pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kota Malang terus dikomunikasikan dengan sejumlah instansi terkait agar dapat segera direalisasikan.
Hal itu disampaikan Dudung usai meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang yang saat ini menempati Gedung Politeknik Kota Malang (Poltekom) di Jalan Raya Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Jumat (12/6/2026) kemarin.
“Sebetulnya bisa digunakan tetapi masih milik kelurahan, nanti saya mengkomunikasikan ini dengan Dinas Pekerjaan Umum, ATR/BPN, dan Kementerian Sosial untuk segera dibangun,” kata Dudung.
Ia menerangkan, SRMP 16 yang saat ini beroperasi di lingkungan Poltekom masih berstatus sekolah rintisan. Karena itu, berbagai aspek, termasuk persoalan lahan untuk pembangunan gedung permanen, harus dipastikan sesuai aturan yang berlaku.
“Tadi sudah dengan Pak Sekretaris Daerah (Kota Malang), tidak mudah soal penguasaan tanah itu karena bisa berimplikasi ke pemeriksaan BPK dan segala macam. Memang harus konkret, teratur, dan sesuai prosedur sehingga,” terangnya.
Meski masih berstatus rintisan, Dudung menilai fasilitas yang digunakan saat ini sudah cukup memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar para siswa. Pemerintah, lanjut dia, berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.
Ia juga mengapresiasi perkembangan para siswa yang dinilai menunjukkan perubahan positif berkat peran tenaga pendidik dalam menanamkan pendidikan karakter dan moral.
“Bahkan ada yang berprestasi, harapan Bapak Presiden tidak ada lagi anak yang tidak sekolah dan kita harus berani memberantas kemiskinan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang Donny Sandito menjelaskan Pemerintah Kota Malang telah mengusulkan beberapa alternatif lokasi pembangunan gedung Sekolah Rakyat kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Dua lokasi awal yang diajukan adalah kawasan Poltekom dan lahan di sekitar GOR Ken Arok, yang sama-sama berada di Kecamatan Kedungkandang.
“Di sini tidak disetujui karena PU intinya kalau bisa lahan kosong supaya bisa dibangun mulai dari nol, lalu kami mengusulkan di sebelah GOR Ken Arok tetapi ternyata ada sebagian yang merupakan ruang terbuka hijau (RTH) kota,” kata Donny.
Setelah kedua opsi tersebut menemui kendala, Pemkot Malang kembali menawarkan alternatif lahan ketiga yang berada di wilayah Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang. Pemkot Malang saat ini masih menunggu hasil koordinasi lebih lanjut terkait penetapan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.
“Di situ eksistingnya lapangan sepakbola makanya disebut RTH sudah dikoordinasikan,” tambahnya. (yog)




