Kota Malang, blok-a.com – Universitas Islam Malang (UNISMA) terus melebarkan sayapnya di dunia internasional. Setelah menjalin penguatan kerja sama akademik dengan Constructor University Bremen, Jerman, kini Unisma menjajaki kolaborasi strategis dengan perusahaan multinasional asal Belanda, ILG Food Group B.V.
Kerja sama itu dibahas dalam kunjungan resmi delegasi UNISMA ke kantor ILG Food Group B.V. di Enschede, Belanda, pada 4 Juni 2026. Delegasi dipimpin langsung Rektor UNISMA Prof. Drs. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D., bersama jajaran pimpinan universitas dan yayasan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama di bidang perdagangan internasional, ekspor-impor, pengembangan startup, hilirisasi produk unggulan Indonesia, hingga penguatan ketahanan pangan global.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pengembangan International Start-Up and Export Import Hub UNISMA. Program ini dirancang sebagai wadah yang mempertemukan mahasiswa, dosen, alumni, pelaku usaha, investor, hingga mitra industri internasional dalam satu ekosistem kolaboratif.
Rektor UNISMA Prof. Junaidi Mistar mengatakan perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu menciptakan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
“Kami ingin membangun ekosistem yang mempertemukan pendidikan, penelitian, inovasi, dan kewirausahaan. International Start-Up and Export Import Hub menjadi salah satu milestone penting dalam perjalanan UNISMA menuju Entrepreneurial University dan World Class University,” ujarnya.
Tak hanya itu, kerja sama juga membuka peluang baru bagi komoditas pertanian Indonesia. Dalam komunikasi lanjutan, pihak ILG Food Group B.V. menyatakan ketertarikannya terhadap pengembangan industri pengolahan singkong atau cassava untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Perusahaan tersebut bahkan menanyakan kemungkinan ketersediaan fasilitas maupun mitra industri pengolahan singkong dengan kapasitas produksi sekitar 100 ton per bulan.
Peluang ini dinilai dapat menjadi jalan bagi produk pertanian Indonesia untuk menembus pasar Eropa sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal melalui hilirisasi industri.
Menurut Prof. Junaidi, ketertarikan pasar internasional terhadap singkong menunjukkan bahwa program ketahanan pangan yang dikembangkan UNISMA memiliki relevansi dengan kebutuhan industri global.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi katalis yang mempertemukan inovasi, riset, masyarakat, dan dunia usaha. Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga tentang bagaimana hasil produksi tersebut memiliki nilai tambah, akses pasar, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain peluang ekspor pangan, kedua pihak juga membahas program magang internasional, pelatihan ekspor-impor, business matching, pendampingan UMKM berorientasi ekspor, hingga pengembangan startup mahasiswa.
Kunjungan ke ILG Food Group B.V. menjadi bagian dari rangkaian misi internasional UNISMA di Eropa yang bertujuan memperluas jejaring strategis dengan perguruan tinggi, industri, dan lembaga internasional. Langkah ini sekaligus mempertegas upaya UNISMA untuk memperkuat perannya di tingkat global melalui inovasi, kewirausahaan, dan kolaborasi internasional. (bob)




