Menag RI Ajak Mahasiswa Pascasarjana Unisma Luruskan Niat dan Cari Keberkahan

KH. Nasaruddin Umar, Menteri Agama RI saat diwawancari awak media. (foto: blok-a.com / M Berril Labiq)
KH. Nasaruddin Umar, Menteri Agama RI saat diwawancari awak media. (foto: blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Menteri Agama (Menag) RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menghadiri pembukaan Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (OSHIKA MABA) program pascasarjana, magister (S2), doktor (S3), dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Universitas Islam Malang (Unisma), Jumat (2/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak mahasiswa baru meluruskan niat kuliah dan mencari keberkahan selama menempuh pendidikan di Unisma.

Nasaruddin menyebut, Unisma memiliki sejumlah kekhususan yang menjadi nilai tersendiri bagi mahasiswa baru yang menempuh pendidikan di kampus tersebut.

“Berbangga, berbahagia masuk di Unisma karena ada banyak kekhususan yang Anda bisa miliki di Unisma, mungkin tidak diperoleh di tempat yang lain,” katanya.

Ia mengingatkan mahasiswa baru agar menata niat kuliah dengan tujuan yang luhur dan tidak semata-mata berorientasi pada kepentingan duniawi. Tapi, juga mengajak mahasiswa mengamalkan moto Unisma, Anfa’uhum linnas, yang menekankan pentingnya memberikan manfaat bagi sesama.

Nasaruddin menjelaskan, Unisma merupakan warisan para ulama yang memiliki nilai keilmuan dan spiritual. Karena itu, ia berharap mahasiswa dapat memperoleh keberkahan selama menempuh pendidikan di kampus tersebut.

“Unisma ini peninggalan warisan para auliya Allah. Jadi pasti ada berkah. Carilah berkah itu di Unisma. Ini adalah al-buq’atul mubarakah, yang di sini ada gudang berkah. Berkah itu bukan hanya ilmu, tapi macam-macam isinya yang bermanfaat,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Unisma Prof Junaidi mengatakan, mahasiswa baru dapat mengambil hikmah dari kehadiran Menteri Agama yang mengingatkan pentingnya meneladani semangat para pendiri Unisma dalam menuntut ilmu.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu belajar dari dosen, tetapi juga memahami perjuangan dan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri kampus, termasuk KH Tolchah Hasan.

“Beliau mengharapkan menata niat yang benar untuk kuliah di Unisma. Karena kata beliau tadi, Unisma itu sebagai institusi yang didirikan oleh para ulama,” jelas Junaidi.

Prof Junaidi menyebut, OSHIKA MABA pascasarjana tahun akademik 2026/2027 diikuti 810 mahasiswa baru dari program magister (S2), doktor (S3), dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Sebagian mahasiswa RPL mengikuti kegiatan secara daring karena telah bekerja.

Ia berharap, penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan tersebut dapat membantu mahasiswa meluruskan niat dan menjalani pendidikan dengan baik.

“Dengan penguatan tadi, mahasiswa pasca Unisma, S1, S2, dan juga mahasiswa RPL sudah tertata niatnya, dan insya Allah kami akan mengantarkan beliau-beliau, mahasiswa-mahasiswa baru untuk bisa sukses,” tandasnya. (ber)

Exit mobile version