Mengenal Prof Dwi Susilowati, Guru Besar Baru Unisma Bidang Agribisnis

Rektor Unisma, Prof. Junaidi saat mengukuhkan Prof. Dwi Susilowati, S.P., M.P. diangkat menjadi Guru Besar Unisma Bidang Kepakaran Pengembangan Masyarakat Agribisnis, Sabtu (9/5/2026). (blok-a.com/ Zul)
Rektor Unisma, Prof. Junaidi saat mengukuhkan Prof. Dwi Susilowati, S.P., M.P. diangkat menjadi Guru Besar Unisma Bidang Kepakaran Pengembangan Masyarakat Agribisnis, Sabtu (9/5/2026). (blok-a.com/ Zul)

Kota Malang, blok-a.com – Universitas Islam Malang (Unisma) kembali menambah jajaran guru besarnya. Kali ini, Prof. Dr. Dwi Susilowati, S.P., M.P. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang kepakaran pengembangan masyarakat agribisnis dalam sidang terbuka senat Unisma, Sabtu (9/5/2026) lalu.

Pengukuhan tersebut menjadi penanda perjalanan panjang Dwi di dunia akademik dan penelitian pertanian berkelanjutan. Dosen Fakultas Pertanian Unisma itu dikenal aktif mengembangkan kajian mengenai kemitraan agribisnis, regenerasi petani, hingga transformasi pertanian digital.

Perjalanan akademiknya dimulai dari pendidikan S1 Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, S2 Ekonomi Pertanian, hingga S3 Lingkungan dan Pembangunan di Universitas Brawijaya yang diselesaikan pada 2010.

Di lingkungan Unisma, Dwi pernah menjabat Ketua Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian periode 2020-2024 sebelum dipercaya menjadi Wakil Dekan I Fakultas Pertanian sejak 2024 hingga sekarang.

Tak hanya aktif mengajar, Dwi juga produktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Pada 2025, ia memperoleh hibah penelitian terapan IPTEK terkait model kemitraan agribisnis jeruk hulu-hilir berbasis inovasi GAP, GMP, dan digitalisasi keberlanjutan menuju swasembada pangan.

Kemudian pada 2026, ia kembali memperoleh hibah penelitian terapan mengenai inovasi sistem kelembagaan pertanian digital sebagai strategi regenerasi petani dan transformasi agribisnis berkelanjutan.

Selain menghasilkan berbagai artikel ilmiah internasional bereputasi, Dwi juga memiliki sejumlah hak kekayaan intelektual. Di antaranya hak cipta model kemitraan agribisnis jeruk hulu-hilir hingga video edukasi pembuatan pupuk organik cair berbahan limbah jeruk.

Dalam prosesi pengukuhan yang dipimpin Rektor Unisma, Prof. Junaidi, Dwi menyampaikan orasi ilmiah bertajuk Inovasi Model Partisipatoris Kolaborasi Agribisnis Hulu-Hilir Berbasis Sekolah Lapang Sebagai Upaya Pertanian Berkelanjutan.

Melalui orasi tersebut, ia menyoroti pentingnya kolaborasi antar pelaku agribisnis dalam membangun sistem pertanian berkelanjutan di tengah tantangan kerusakan lingkungan dan tuntutan efisiensi sektor pertanian modern.

“Pertanian berkelanjutan pada prinsipnya merupakan konsep menghindari eksploitasi sumber daya alam, menjaga ekosistem, dan melindungi keanekaragaman hayati,” ujar Dwi.

Ia juga menyoroti praktik pertanian apel di Kota Batu yang selama ini masih bergantung pada penggunaan pupuk kimia dan pestisida anorganik.

“Secara riil pengaruh pestisida kimia terhadap lahan adalah semakin kerasnya lahan karena akumulasi dari residu kimia yang digunakan oleh petani,” katanya.

Menurutnya, keberlanjutan sektor pertanian memerlukan kolaborasi antara pelaku agribisnis hulu hingga hilir, termasuk dukungan regulasi pemerintah agar sistem kemitraan pertanian dapat berjalan lebih optimal. (ber/bob)

Exit mobile version