Malang, Blok-a.com – IRT Empal Gentong Berkah 27 di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, mengembangkan bumbu empal gentong kemasan siap masak sebagai inovasi untuk memperluas pasar kuliner khas Cirebon. Produk ini menjadi alternatif makanan oleh-oleh yang lebih praktis dan dapat diolah sendiri oleh konsumen di rumah.
Pengembangan produk merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) Tahun 2026 yang dilaksanakan tim dosen dan mahasiswa STMIK PPKIA Pradnya Paramita (STIMATA) Malang. Dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kegiatan diketuai Jauharul Maknunah, S.E., M.M., bersama Dwi Safiroh Utsalina, S.Kom., MMSI dan Dr. Indah Dwi Mumpuni, S.Kom., MMSI. Serta melibatkan dua mahasiswa Naulan Darmawan (S1 Sistem Informasi) dan Abdulloh Al-Hudda Makatul Mukaromah (D3 Sistem Informasi).
Dari Potensi Lokal Menjadi Produk Baru
Selama ini Empal Gentong Berkah 27 lebih banyak menjual makanan siap santap yang memiliki keterbatasan jangkauan pasar karena harus dikonsumsi dalam waktu relatif singkat. Kondisi tersebut mendorong diversifikasi melalui bumbu empal gentong siap masak, sehingga cita rasa khas dapat dibawa sebagai oleh-oleh dan dinikmati konsumen di rumah.
Teknologi untuk Meningkatkan Produksi
Program juga menerapkan teknologi sederhana berupa mesin penggiling bumbu, timbangan digital, dan vacuum sealer. Penggiling membantu efisiensi pengolahan bumbu, timbangan menjaga konsistensi takaran, sedangkan vacuum sealer menghasilkan kemasan yang lebih rapat dan rapi. Produk juga menggunakan plastik vacuum emboss dan label kemasan untuk meningkatkan perlindungan sekaligus memperkuat identitas produk.
Branding dan Pemasaran Digital
Pengembangan tidak berhenti pada produksi dan kemasan, tetapi juga diarahkan pada branding dan pemasaran digital. Mitra didampingi membangun akun Instagram bisnis, menyusun dan memperbarui konten, serta membuat foto dan video produk untuk promosi.
Hasil awal menunjukkan peningkatan insight Reel Instagram, dari 16 pemirsa dan 336 tayangan menjadi 110 pemirsa dan 565 tayangan. Capaian ini menunjukkan adanya peningkatan jangkauan konten digital dan peluang komunikasi dengan konsumen yang lebih luas.
Capaian Terukur
Secara konkret, program menghasilkan beberapa capaian, yaitu:
- Produk baru berupa bumbu empal gentong kemasan siap masak.
- Penerapan mesin penggiling bumbu, timbangan digital, dan vacuum sealer.
- Penggunaan kemasan vacuum emboss dan label.
- Terbentuknya akun Instagram bisnis.
Capaian terukur, meliputi tingkat pemahaman 11 peserta rata-rata 84,4% pada saat evaluasi pendampingan pelatihan branding produk. Pendampingan branding, foto dan video produk, pembaruan konten, serta pemasaran melalui media sosial.
Menuju Kemandirian Usaha
Kombinasi inovasi produk, penerapan teknologi, peningkatan kualitas kemasan, branding, dan pemasaran digital menjadi fondasi bagi mitra untuk melanjutkan pengembangan usaha secara mandiri. Akun media sosial dapat dikembangkan melalui konten yang konsisten, sementara produk bumbu siap masak dapat terus disempurnakan berdasarkan umpan balik konsumen dan strategi promosi yang sesuai target pasar.
Inovasi ini menunjukkan bahwa pelestarian kuliner tradisional dapat berjalan seiring dengan kebutuhan pasar modern. Bumbu empal gentong siap masak menjadi bentuk baru untuk memperkenalkan cita rasa khas Cirebon, sementara pemasaran digital membuka peluang agar produk dikenal lebih luas.
Dukungan pendanaan DPPM melalui PMP Tahun 2026 menjadi salah satu pengungkit kolaborasi perguruan tinggi dan mitra usaha dalam meningkatkan daya saing usaha mikro. Dari Dapur Berkah 27 Asrikaton, perjalanan menuju pasar digital pun dimulai dengan membawa cita rasa empal gentong ke pasar yang lebih luas melalui inovasi dan teknologi. (ova/adv)



