Tinjau Sekolah di Kabupaten Malang, Sanusi Tegaskan Mutu Pendidikan Tak Boleh Turun

Bupati Malang, HM Sanusi saat berbincang dengan siswi SMPN 1 Turen (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Bupati Malang, HM Sanusi saat berbincang dengan siswi SMPN 1 Turen (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Bupati Malang HM Sanusi menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang. Hal itu disampaikan saat meninjau sejumlah sekolah, mulai dari SDN 2 dan 3 Tumpukrenteng hingga SMPN 1 Turen Rabu (13/1/2026).

Sanusi mengatakan kunjungan kali ini untuk mengevaluasi proses pembelajaran dan kondisi satuan pendidikan. Ia menargetkan standar kelulusan yang tinggi seiring tren pendidikan nasional saat ini.

“Ini untuk memastikan kualitas pendidikan. Sekarang trennya nilai kelulusan itu harus rata-rata 99. Saya pastikan sekolah-sekolah bisa menghasilkan lulusan dengan nilai 99. Minimal tahun depan 70 persen lulusan sudah mencapai nilai tersebut,” kata Sanusi.

Dalam kunjungan itu, Sanusi juga melihat hasil karya siswa SMPN 1 Turen. Ia pun mengapresiasi berbagai hasil karya dan kreativitas siswa yang ditampilkan pihak sekolah. Menurutnya, pengembangan kelas bahasa dan kelas bilingual menjadi salah satu keunggulan yang perlu diperluas.

“Banyak siswa yang kreatif. Ada kelas bahasa, ada kelas bilingual. Itu keunggulan sekolah dan harus terus dikembangkan,” ujarnya.

Sanusi juga mengunjungi SD di wilayah Tumpuk Renteng yang memiliki jumlah murid relatif sedikit. Kondisi tersebut, kata dia, akan dibahas lebih lanjut dalam tim khusus penataan sekolah.

“Yang muridnya kurang, satu kelas kurang dari 20 siswa, nanti akan kita bahas di tim merger. Solusinya memang harus digabung ke sekolah yang lebih besar,” jelasnya.

Menurut Sanusi, kebijakan merger sekolah tidak bisa dihindari lantaran keterbatasan tenaga pendidik. Saat ini, banyak sekolah hanya memiliki satu guru PNS, sementara guru lainnya berasal dari PPPK dan pemerintah sudah tidak memperbolehkan pengangkatan tenaga honorer baru.

“Kalau dibiarkan, yang jadi korban anak-anak. Kualitasnya bisa turun. Kalau nilai di bawah 7, SDM ke depan tidak akan bagus,” bebernya.

Sanusi juga memberikan apresiasi terhadap Deklarasi Sekolah Ramah Anak yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Turen. Ia menilai program tersebut penting dalam membentuk karakter siswa sejak dini.

“Ini sangat bagus. Pendidikan karakter seperti ini akan membentuk anak sampai dewasa, tidak suka melakukan perundungan dan selalu berperilaku baik,” tuturnya.

Ia berharap konsep Sekolah Ramah Anak dapat direplikasi di sekolah lain di Kabupaten Malang. Sanusi meminta jajarannya untuk menyusun formulasi agar sekolah-sekolah lain bisa belajar dan mengadopsi program tersebut.

“Nanti diformulasikan, sekolah-sekolah lain bisa belajar ke sini untuk penguatan pendidikan karakter,” pungkasnya. (yog/bob)

Exit mobile version