Kota Malang, blok-a.com – Universitas Islam Malang (Unisma) menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar sepanjang 2026 untuk mendukung publikasi dan hilirisasi penelitian. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat kinerja Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus mengejar target menjadi World Class University.
Rektor Unisma Prof. Junaidi mengatakan, peningkatan kuantitas dan kualitas penelitian serta publikasi ilmiah menjadi salah satu fokus utama dalam milestones pengembangan kampus. Anggaran tersebut disiapkan untuk mendorong dosen menghasilkan publikasi pada jurnal maupun prosiding internasional bereputasi sekaligus meningkatkan hilirisasi hasil penelitian.
“Untuk kepentingan ini, Universitas Islam Malang telah menganggarkan biaya publikasi dan hilirisasi yang cukup. Bahkan insya Allah di tahun 2026 ini secara akumulatif anggaran mencapai Rp5 miliar,” ujarnya, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, penguatan riset dan publikasi menjadi salah satu bagian penting dalam membawa Unisma menuju perguruan tinggi berkelas dunia. Target tersebut tidak hanya ditempuh melalui penelitian, tetapi juga dibarengi penguatan berbagai sektor akademik dan kelembagaan.
Salah satunya melalui peningkatan jumlah mahasiswa, termasuk mahasiswa asing. Pada 2026, Unisma akan menerima mahasiswa melalui program Darmasiswa serta tiga penerima Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dari Madagaskar, Suriname, dan Sierra Leone.
Unisma juga akan berkontribusi dalam program Beasiswa BAZNAS untuk Palestina dengan menerima dua mahasiswa Palestina yang nantinya menempuh pendidikan di Program Pascasarjana.
“Untuk membuat Unisma menjadi World Class University, kita memerlukan jumlah mahasiswa yang terus meningkat. Oleh karena itu, kami berharap agar semua elemen civitas akademika Unisma bergerak dalam derap langkah yang sama dan berkontribusi dalam penerimaan mahasiswa baru,” katanya.
Penguatan internasionalisasi juga dilakukan melalui optimalisasi kerja sama dengan perguruan tinggi serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI), baik nasional maupun internasional. Kemitraan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kinerja Tridharma sekaligus memperluas serapan lulusan di dunia kerja.
Saat ini, Unisma turut terlibat dalam program Food Security bersama sejumlah perguruan tinggi luar negeri dan perusahaan berkelas dunia. Program tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan jejaring internasional yang tengah dikembangkan kampus.
Pengembangan akademik turut dilakukan melalui penguatan program studi baru. Unisma telah memiliki Program Studi Sains Lingkungan di Fakultas MIPA dan Magister Pertanian Berkelanjutan di Program Pascasarjana.
Sementara itu, sejumlah program studi baru tengah dipersiapkan, seperti Pendidikan Profesi Apoteker, Pendidikan Profesi Insinyur, Magister Akuntansi, Doktor Ilmu Pemerintahan, serta Doktor Pendidikan Bahasa Inggris.
Dari sisi mutu pendidikan, Unisma juga menargetkan semakin banyak program studi meraih akreditasi unggul. Pada 2026, S1 Hukum Keluarga Islam mendapatkan perpanjangan akreditasi unggul. S1 Administrasi Bisnis naik dari Baik Sekali menjadi Unggul, sedangkan S1 Perbankan Syariah meningkat dari Baik langsung menjadi Unggul.
Selain akreditasi, peningkatan posisi dalam pemeringkatan internasional juga menjadi target pengembangan Unisma. Saat ini, Unisma berada di peringkat 173 Asia Tenggara dalam Asia University Ranking dan masuk kluster 1001-1500 dalam Times Higher Education Sustainability Impact Rankings 2026.
“Program-program yang saya sebutkan tadi, kita harapkan berkontribusi nyata pada upaya untuk membawa Unisma terbang melesat menuju World Class University,” tegas Junaidi.
Ia pun meminta seluruh sivitas akademika memperkuat kerja bersama untuk merealisasikan target tersebut. Capaian menuju World Class University, lanjutnya, membutuhkan konsistensi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian, internasionalisasi, hingga tata kelola kampus.
“Untuk itu, sekali lagi kita teguhkan niat dan tekad kita untuk terus bekerja keras membawa Unisma menuju World Class University,” pungkasnya. (ber/bob)




