Unisma Kembali Lahirkan 26 Dokter Muslim Baru, Seluruhnya Lulus UKMPPD

Prosesi penyematan jas almamater kepada lulusan terbaik, dr. Ferawati Widyatmoko. (dok : istimewa)
Prosesi penyematan jas almamater kepada lulusan terbaik, dr. Ferawati Widyatmoko. (dok : istimewa)

Kota Malang, blok-a.com – Universitas Islam Malang (Unisma) kembali mencetak prestasi di bidang pendidikan kedokteran. Sebanyak 26 dokter muslim baru dibaiat dalam Baiat Dokter Muslim Periode XLIV yang digelar di Hall Gus Dur, Gedung Pascasarjana Unisma, Sabtu (24/1/2026). Seluruh peserta dinyatakan lulus dengan persentase kelulusan 100 persen pada Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD).

Capaian ini menjadi penegasan komitmen Unisma dalam menyiapkan sumber daya manusia bidang kesehatan yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing. Acara baiat turut dihadiri orang tua dokter baru, undangan, serta jajaran pimpinan universitas.

Dekan Fakultas Kedokteran Unisma, dr. Rahma Triliana, menjelaskan bahwa kelulusan pada periode ini didasarkan pada capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), mengingat nilai nasional UKMPPD belum diumumkan hingga pelaksanaan baiat.

Menurutnya, keterlambatan pengumuman nilai UKMPPD terjadi akibat perubahan sistem kepanitiaan, dari sebelumnya dikelola oleh tim PNUK menjadi tim ad hoc yang ditunjuk pemerintah. Kondisi tersebut turut berdampak pada mundurnya jadwal UKMPPD yang seharusnya dilaksanakan pada Februari.

“Kami ikut prihatin, karena mahasiswa sudah berjuang sangat keras, tetapi hingga saat ini belum mengetahui hasil nilai nasionalnya,” ujar dr. Rahma.

Ia menilai angkatan ini sebagai angkatan istimewa. Selain menghadapi ketidakpastian jadwal ujian, peserta juga harus melewati berbagai kendala teknis saat pelaksanaan UKMPPD. Namun, seluruh tantangan tersebut mampu dilalui dengan baik hingga menghasilkan kelulusan penuh.

“Ini angkatan jagoan. Di tengah ketidakpastian, mereka tetap disiplin mempersiapkan diri. Alhamdulillah, 26 dokter lulus 100 persen, dan itu menjadi pembelajaran yang sangat berharga,” ungkapnya.

Pada baiat kali ini, lulusan terbaik diraih oleh dr. Ferawati Widyatmoko dengan IPK 3,96. Sementara itu, predikat dokter termuda sepanjang sejarah Unisma disematkan kepada dr. Muchammad Jousyah Andhira Satriyo yang berusia 21 tahun.

Menutup sambutannya, dr. Rahma berpesan agar para dokter baru tidak hanya berorientasi pada keahlian medis, tetapi juga nilai kemanusiaan.

“Sebelum menjadi dokter, jadilah manusia yang baik. Profesi ini berhubungan langsung dengan manusia lain, maka tugas utama dokter adalah memanusiakan manusia,” pungkasnya. (ber/bob)

Exit mobile version