Atap Rumah Rusak Diterjang Angin, Warga Wagir Terima Bantuan dari Pemkab Malang

Rumah rusak akibat angin kencang yang terjadi di Wagir, Kabupaten Malang (BPBDforblok-a)
Rumah rusak akibat angin kencang yang terjadi di Wagir, Kabupaten Malang (BPBDforblok-a)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan kepada warga terdampak cuaca ekstrem dan angin kencang yang terjadi di Desa Jedong, Kecamatan Wagir, pada Selasa (7/10/2025) sore.

Peristiwa yang disertai hujan deras selama lebih dari dua jam itu mengakibatkan dua rumah warga mengalami kerusakan di bagian atap. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti laporan dengan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi.

“Kami dari Pemkab Malang melalui BPBD langsung turun ke lapangan setelah menerima laporan dari kepala desa. Tim melakukan pendataan, asesmen, dan menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak,” ujar Sadono, Jumat (10/10/2025).

Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, lauk pauk, tambahan gizi, selimut, terpal, paket sandang pria dan wanita, paket lansia, serta sembako dari Baznas Kabupaten Malang.

Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Eko Handoyo dan Sumiatin, warga Dusun Jedong, yang mengalami kerusakan pada bagian atap genting dan hardek.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sebagian kerusakan juga sudah dibersihkan secara gotong royong oleh warga setempat,” jelas Sadono.

Selain BPBD, unsur lain yang terlibat dalam penanganan mencakup Muspika Kecamatan Wagir, Pemerintah Desa Jedong, Buana Solusindo, Marva Telekomunikasi, serta masyarakat. Sadono juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi.

“Kami mengingatkan masyarakat agar lebih hati-hati di musim penghujan ini. Bila ada tanda-tanda angin kencang atau hujan deras, segera cari tempat aman dan hindari berteduh di bawah pohon atau bangunan tua,” pungkasnya. (yog)

 

Exit mobile version