Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Wilayah Kabupaten Malang, 58 Rumah Terendam

Longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang pada Senin (2/11/2026) (foto: dok. BPBD)
Longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang pada Senin (2/11/2026) (foto: dok. BPBD)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur Kabupaten Malang sejak Senin (2/11/2026) dini hari memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Dampak terparah sementara dilaporkan di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, dengan 58 rumah terendam dan akses jalan sempat tertutup total.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan bencana hidrometeorologi tersebut tersebar di Kecamatan Ampelgading, Bantur, Dampit, Pagelaran, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, Donomulyo, dan Turen.

“Pada Senin dini hari sampai saat ini terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Sehingga menyebabkan terjadinya tanah longsor di beberapa titik serta kenaikan debit air di wilayah Sumbermanjing Wetan,” ujar Sadono, Selasa (3/11/2026).

Di Desa Lebakharjo, debit Sungai Kedungondo meningkat sejak Minggu sore. Sebanyak 58 rumah terendam dengan ketinggian air sekitar mata kaki. Selain itu, sekitar 50 hektare lahan pertanian turut tergenang aliran sungai.

Bencana juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum dan akses jalan. Longsor terjadi di Jalan Sentul arah Sukomaju A menuju Sukomaju B serta jalan Desa Lebakharjo–Purwoharjo. Pohon tumbang turut menutup jalan kabupaten penghubung Lebakharjo–Sonowangi.

“Akses menuju Desa Lebakharjo sempat tertutup total. Jalur melalui Sonowangi tertutup kayu roboh, sedangkan jalur melalui Tumpak Bundu, Desa Purwoharjo, tertutup longsor,” tambahnya.

Sadono menerangkan, air di Lebakharjo telah surut dan akses jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat melalui jalur Sonowangi dan Puncak Bundu. Petugas masih melakukan pembersihan material.

BPBD memperkirakan kerugian akibat banjir dan longsor di Desa Lebakharjo mencapai sekitar Rp200 juta. Sementara itu, nilai kerugian di lokasi lain masih dalam proses pendataan.

Sedangkan, di Kecamatan Bantur, longsor di Desa Sumberbening berdampak pada tiang listrik dan telah dilaporkan kepada PLN untuk penanganan. Banjir juga menyebabkan bagian tembok penahan jembatan penghubung Desa Pringgondani dan Rejosari ambrol. Meski demikian, masih tersedia akses alternatif.

Di Kecamatan Pagelaran, banjir luapan merendam jalur utama Desa Kademangan menuju jalan raya dan jalur alternatif melalui jembatan. Dua warung sempat terendam, tetapi air dilaporkan telah surut. Warga dapat menggunakan jalur memutar melalui Swaru.

“Sementara itu, di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, longsor terjadi di Desa Klepu. Salah satu titik longsor berada di jalan penghubung Desa Klepu dengan Desa Polaman, Kecamatan Dampit, dengan panjang sekitar 40 meter, lebar 50 meter, dan tinggi 30 meter,” tuturnya.

Longsor di Desa Klepu juga mengakibatkan satu rumah milik warga bernama Warsun mengalami kerusakan berat pada bagian dapur, kamar mandi, dan kamar. Titik longsor lainnya terjadi di bahu jalan penghubung Dusun Prangas menuju wilayah Dampit.

Di Desa Ringinsari, longsor sempat menutup jalan desa, tetapi telah ditangani secara mandiri. Longsor di Desa Harjokuncaran juga merusak dinding rumah warga dan menggerus bahu jalan akibat luapan drainase.

Dampak lainnya dilaporkan di Kecamatan Tirtoyudo, berupa longsor yang menutup separuh jalan di Dusun Krajan, Desa Tirtoyudo, serta longsor pada tebing halaman rumah warga di Desa Purwodadi. Penanganan longsor yang menutup sebagian jalan di Desa Tirtoyudo telah selesai.

Di Kecamatan Donomulyo, satu rumah di Desa Banjarejo mengalami kerusakan pada bagian teras akibat longsor. Sedangkan di Kecamatan Turen, jembatan penghubung Desa Sanankerto–Jambangan dilaporkan ambrol pada sebagian badan jalan.

BPBD Kabupaten Malang melaporkan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut. Kebutuhan mendesak yang disiapkan untuk penanganan bencana meliputi alat berat untuk membersihkan material longsor dan truk tangki untuk penyemprotan jalan.

Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Malang, unsur Forkopimcam, Bina Marga Provinsi, PU Nasional, BBWS Brantas, pemerintah desa, PMI, Tagana, Poslap Tirtoyudo, relawan, serta masyarakat setempat.

BPBD menjadwalkan operasi penanganan dan pemantauan lanjutan pada Selasa (3/11/2026), termasuk pengerahan tim excavator untuk wilayah Ampelgading dan Tirtoyudo serta tim penanganan di Kecamatan Donomulyo dan Turen.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor, mengingat hujan masih berpotensi memicu kenaikan debit air serta pergerakan tanah di sejumlah wilayah Kabupaten Malang,” pungkasnya. (yog)

Exit mobile version