Kota Malang, blok-a.com – Perumahan Umum Sigura-Gura Residence Kota Malang terdampak banjir gegara pembatas sungai di dekat perumahan itu jebol.
Setidaknya 30 rumah lebih terdampak banjir di perumahan Kota Malang itu, Sabtu (25/11/2023).
Hari ini Minggu (26/11/2023) para warga mulai sibuk membersihkan material pasca banjir yang menggenang area perumahannya.
Warga Gotong Royong Atasi Dampak Tanggul Jebol Sigura-gura Residence
Sekelompok warga terlihat berkumpul di depan rumah di Perumahan Umum Sigura-gura Residence sambal berbincang tentang kejadian semalam yaitu banjir yang diakibatkan oleh jebolnya tembok pagar pembatas yang berbatasan dengan aliran air tersebut.
Tembok tersebut jebol diduga akibat tidak dapat membendung laju air yang mengalir deras hasil dari hujan deras pada sore hari sebelumnya.
Beberapa warga terlihat sedang membersihkan rumah yang dipenuhi bekas lumpur, beberapa orang lainnya memasang paving di beberapa titik jalan yang terlihat berlubang, sementara beberapa orang lainnya terlihat membersihkan perabot yang terkena lumpur.
Sementara tembok pembatas yang jebol untuk sementara ditutup oleh sak-sak pasir oleh warga, walau di sepanjang jalan perumahan sejak Kavling 28 masih terlihat sampah yang berserakan karena warga belum sempat untuk membersihkannya.
Ada juga beberapa warga yang bergotong royong mendorong mobil mogok karena terendam air untuk dibawa ke lokasi yang lebih mudah untuk diakses oleh mobil derek.
“Dibawa ke depan (gerbang perumahan) mas, mobil derek sulit masuk ke sini,” ucap salah seorang warga yang membantu mendorong mobil.
Dari pengakuan warga, ada setidaknya tujuh mobil dan 20 buah sepeda motor yang mengalami kerusakan akibat air. Bahkan salah satu korban menyebut terdapat satu buah mobil jenis MPV premium berharga milyaran rupiah yang rusak karena terendam air.
Air setinggi 1,5 meter yang merendam kawasan tersebut selama kurang lebih dua jam merusak bagian-bagian mesin yang sensitif terhadap air seperti saluran bahan bakar, ruang bakar, interior mobil, hingga komponen-komponen yang rawan kerak air seperti rem dan aki.
Kepala BPBD Kota Malang Prayitno menyatakan bahwa kerugian material yang disebabkan oleh bencana tersebut masih belum diketahui.
Namun untuk kedepannya BPBD akan membantu dalam pembangunan kembali tembok yang roboh karena banjir tersebut. (mg3/bob)




