Kabupaten Malang, blok-a.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dinyatakan padam pada Jumat (14/8/2026). Meski sudah tidak ditemukan titik api atau firespot, petugas masih memantau delapan titik panas (hotspot) yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Danrem 083/Bdj sekaligus Dansektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Bdj, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan, berdasarkan pemantauan Jumat pagi, tidak ditemukan lagi titik api di kawasan terdampak.
“Untuk pagi ini, belum ada titik api yang kami temukan sejauh ini,” ujar Wahyu, Jumat (14/8/2026).
Meski api telah padam, delapan hotspot masih menjadi perhatian petugas. Dua titik berada di kawasan Seruni Point, Kabupaten Probolinggo, sementara enam titik lainnya berada di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Petugas masih melakukan pendinginan dan pembasahan di sekitar titik panas tersebut. Ratusan personel gabungan juga disiagakan untuk melakukan patroli, menyisir kawasan terdampak, serta memastikan tidak ada bara yang kembali memunculkan api.
“Saya sampaikan sudah padam. Artinya tidak ada titik api atau firespot, tapi untuk hotspot ada potensi yang bisa kami temukan,” tegasnya.
Pemantauan juga dilakukan melalui jalur udara. Pesawat Cassa TNI AU digunakan untuk memantau kondisi kawasan terdampak, sementara helikopter BNPB disiapkan untuk mendukung operasi water bombing sebanyak enam sorti pada Jumat.
Wahyu berharap cuaca cerah dan minim kabut dapat mendukung operasi udara. Kondisi tersebut diperlukan agar jarak pandang dari udara tetap optimal untuk mendeteksi titik panas sekaligus melakukan penyiraman.
“Harapan kami, kita selesaikan finishing dalam rangka pemadaman secara sempurna,” katanya.
Meski target pemadaman dilakukan pada Jumat, operasi tidak langsung dihentikan. Patroli dan pemantauan hotspot akan tetap dilakukan selama beberapa hari ke depan, termasuk di kawasan P30 yang sudah tidak ditemukan titik api.
“Ini bukan berarti kami berhenti sampai hari Jumat saja. Dalam beberapa hari ke depan tetap kami laksanakan pemantauan hotspot dari sisa-sisa wilayah yang terdampak,” jelasnya.
Sementara itu, kondisi karhutla yang telah padam membuka peluang kawasan wisata TNBTS kembali dibuka. Dansektor Penanganan Karhutla akan memberikan rekomendasi kepada Balai Besar TNBTS setelah memastikan kondisi kawasan aman.
“Ya kalau saya sampaikan, segera. Karena saya belum bisa memastikan apakah besok atau lusa. Tapi yang jelas kita segera, sesegera mungkin,” ujarnya.
Menurut Wahyu, pembukaan kawasan wisata nantinya tetap perlu disertai sejumlah batasan dan imbauan. Edukasi akan diberikan kepada wisatawan maupun agen perjalanan untuk mencegah aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Kami akan menyampaikan rekomendasi kepada TNBTS untuk bisa membuka tempat wisata ini, sehingga dengan ada batasan-batasan, termasuk juga imbauan khususnya kepada tour agent, supaya tidak terjadi titik api kembali,” ucapnya.
Dengan demikian, meski api utama telah dinyatakan padam, pengawasan kawasan Bromo belum berakhir. Delapan hotspot masih dipantau dan proses pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik panas yang berkembang menjadi firespot baru sebelum kawasan wisata dibuka kembali. (bob)




