Kebakaran Hutan Gunung Kawi Meluas, Total Area Terbakar Capai 1.538 Hektare

Kebakaran Hutan Gunung Kawi Meluas, Total Area Terbakar Capai 1.538 Hektare (BPBD Kabupaten Malang)
Kebakaran hutan Gunung Kawi meluas, total area terbakar capai 1.538 hektare (foto: dok. BPBD Kabupaten Malang)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kawi hingga Rabu (23/9/2026) masih dalam penanganan. Berdasarkan pendataan tim BPBD Kabupaten Malang, total area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 1.538 hektare.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan, luasan tersebut dihimpun dari dua pos lapang penanganan, yakni Pos Lapang Merkusi di Kecamatan Wagir dan Pos Lapang Selorejo di Kecamatan Dau.

“Berdasarkan hasil pemantauan luasan area yang terbakar dan pendataan melalui sistem pengumpulan koordinat, dari Pos Lapang Merkusi seluas kurang lebih 389 hektare dan Pos Lapang Selorejo sekitar 1.149 hektare. Total luas sekitar 1.538 hektare,” kata Sadono, Kamis (24/9/2026).

Pada Rabu, tim observasi dan pemadaman darat kembali melakukan penyisiran di sejumlah titik. Dari Pos Pantau Merkusi, sebanyak 11 personel bergerak menuju Puncak Batu Tulis sejak pukul 07.30 WIB dan tiba sekitar pukul 16.00 WIB.

Tim kemudian melakukan penyisiran di Blok Batu Tulis-Gunung Genthong sekaligus mengobservasi kondisi pipanisasi air minum milik warga Desa Sumbersari, Kecamatan Wonosari.

Sementara itu, lima personel dari Pos Buthak Panderman bergerak menuju Blok Pos 3 Tlekung. Tim menemukan titik api pada koordinat yang telah ditentukan dan melakukan pemadaman secara manual menggunakan metode kebyok dan ilaran hingga api berhasil dipadamkan.

Dari Pos Lapang Selorejo, pemantauan visual melalui pos pantau tidak menemukan titik api maupun asap.

Selain pemadaman darat, penanganan juga dilakukan melalui udara. BPBD Provinsi Jawa Timur mengerahkan water bombing yang difokuskan pada Blok Pitrang Barat di wilayah Kabupaten Blitar.

Kebakaran juga berdampak pada jaringan pipanisasi air minum warga. Tim menemukan sekitar 48 meter pipa berukuran 3 inci yang terbakar di jalur Gunung Genthong. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air minum bagi warga Dusun Sumbersari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, terputus.

“Untuk pipanisasi air minum masyarakat yang terdampak saat ini masih dalam proses observasi dan pendataan,” tambahnya.

Sadono mengatakan, penanganan karhutla akan terus dilakukan melalui pemantauan, penyisiran, pemadaman, hingga pendinginan. Tim juga merekomendasikan pemantauan berkelanjutan di sejumlah blok yang masih berpotensi terdapat titik api.

“Semua pos lapang maupun pos pantau diupayakan melakukan pemantauan maupun pemadaman apabila diketahui ada api maupun asap,” jelasnya.

Selain itu, BPBD juga akan melakukan pendataan terhadap jaringan pipanisasi air minum masyarakat yang terdampak kebakaran dan belum masuk dalam pendataan.

Penanganan karhutla melibatkan BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, TNI-Polri, Perhutani, pemerintah kecamatan dan desa, puskesmas, relawan, serta sejumlah unsur pendukung lainnya. (yog)

Exit mobile version