Malang Raya Dilanda Angin Kencang, Warga Dau Trauma Dengan Kejadian Januari Lalu

Ilustrasi/angin kencang di wilayah Dau, Kabupaten Malang.(blok-a.com/Satria)
Ilustrasi/angin kencang di wilayah Dau, Kabupaten Malang.(blok-a.com/Satria)

Malang, blok-a.com – Angin kencang telah menjadi momok menakutkan bagi warga Malang Raya, terutama warga Dau, Kabupaten Malang.

Angin kencang yang menghantam wilayah tersebut sejak hari Selasa (12/3/2024) kemarin, menambah trauma bagi sebagian warga yang masih teringat dengan badai yang melanda pada 26 Januari lalu.

Pada saat itu, sejumlah rumah dilaporkan rusak, bahkan beberapa kanopi warga dilaporkan terbang dan terlepas. Sebuah terop pernikahan di Karang Widoro pim dilaporkan ikut terbang terseret angin.

Salah satu warga, Safira Putri mengatakan, angin kencang yang masih berembus kuat hingga menjelang waktu sahur membuatnya merasa takut untuk keluar rumah.

“Semalam waktu sahur itu terdengar whush whush dan suara benturan seng, takut kalau ada badai,” terangnya.

Amalia, warga lainnya di Dau, Kabupaten Malang, juga mengungkapkan ketakutannya yang mendalam.

Ia membandingkan situasi saat ini dengan kejadian yang terjadi pada bulan Januari lalu, di mana genting dan seng beterbangan karena angin kencang.

“Januari kemarin kan pernah yang hujan es itu, sampai angin ribut. Takutnya ya kejadian itu terulang lagi. Genting-genting sama seng-seng berterbangan,” terangnya.

Bahaya Pohon Tumbang

Tidak hanya Dau, tetapi sejumlah wilayah lain di Malang Raya juga terkena dampak angin kencang. Kota Malang bahkan mencatat kekuatan angin mencapai 53 kilometer per jam.

BPBD Kota Malang mencatat beberapa insiden pohon tumbang yang disebabkan oleh angin kencang tersebut.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, kecepatan angin mencapai 53 km/jam, yang menyebabkan pohon tumbang di 11 titik di tiga kecamatan dengan satu orang korban.

Tak hanya itu, sebuah material reklame juga dikabarkan roboh hingga menimpa tiga orang.

“Berdasarkan data yang dipantau oleh stasiun cuaca BPBD Kota Malang, tercatat bahwa kecepatan angin maksimum mencapai 53 km/jam. Dampak dari kondisi ini adalah terjadinya pohon tumbang di 11 lokasi yang berbeda,” tutur Prayitno.

Ia menambahkan, karena situasi angin kencang masih berlangsung hingga Hari Rabu (13/3/2024), besarnya kerugian belum bisa ditafsirkan.

“Sampai saat ini perhitungan kerusakan akibat insiden tersebut masih terus berlangsung,” katanya.(art/lio)

Exit mobile version