Malang, Blok-a.com – Malang Creative Fusion (MCF) selaku penyelenggara Festival Mbois 11 meminta maaf dan berkomitmen mengembalikan mural “MALANG THE GLORY LAND” di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Malang, setelah karya tersebut ditimpa mural baru bertuliskan “Malang Menyala Bersama” pada Rabu (19/8/2026).
Koordinator MCF, Dadik Wahyu Chang, menyampaikan permintaan maaf tersebut mewakili panitia Festival Mbois 11.
“Kami ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya terkait tulisan ‘MALANG THE GLORY LAND’ yang sebelumnya sudah ada,” ujarnya.
Mural “MALANG THE GLORY LAND” dibuat oleh komunitas suporter Arema pada 2016 dan selama hampir satu dekade dikenal sebagai penanda visual kawasan Alun-Alun Kota Malang. Penimpaan mural itu memicu kritik warganet, salah satunya lewat akun Instagram @arema_uthenlife, yang menyebut hilangnya karya tersebut sebagai kehilangan kultural meski secara legal dinding itu bisa diubah sewaktu-waktu oleh pemilik atau penyelenggara program.
Mural Ikonik “Malang The Glory Land” Ditimpa Gambar Baru “Malang Menyala Bersama”
Menanggapi kritik tersebut, Dadik menegaskan tidak ada niat menghilangkan identitas atau semangat yang dibangun lewat mural lama. MCF menyatakan akan mengecat ulang tulisan “MALANG THE GLORY LAND” seperti semula dan membuka ruang bagi pihak terkait, termasuk komunitas suporter yang membuat mural asli, untuk terlibat dalam proses pengerjaannya.
“Kami berharap momentum ini dapat menjadi kesempatan untuk bertemu, berkomunikasi, dan bersama-sama menghidupkan kembali ruang ini dengan semangat kebersamaan,” kata Dadik.
Mural “Malang Menyala Bersama” sendiri dibuat sebagai bagian dari rangkaian Road to Festival Mbois 11 bertema “Malang Menyala”. Festival tahunan yang menggabungkan agenda ekonomi kreatif dan seni ini akan memasuki puncak acara di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 21–23 Agustus 2026.
“MALANG THE GLORY LAND. Mari kita nyalakan kembali,” tutup Dadik dalam pernyataannya. (mg1/ova)
Penulis: Ainul (Mahasiswa magang STMIK Pradnya Paramitha Malang)




