Kota Malang, blok-a.com – Setelah kebakaran besar melanda Pasar Baru Barat atau yang dikenal sebagai Pasar Comboran di Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (13/9/2024), Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bergerak cepat dengan menghentikan sementara aktivitas di pasar tersebut.
Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan serta memfasilitasi proses pemulihan pascakebakaran.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyatakan bahwa usai pemadaman, aparat keamanan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP disiagakan untuk menjaga lokasi.
Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penjarahan dan memastikan aktivitas di pasar tersebut dihentikan sementara.
“Aktivitas pasar kita hentikan dulu untuk menjamin semuanya berlangsung secara aman. Sambil menunggu kedatangan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan identifikasi pada Selasa (18/9/2024),” ujar Eko, Sabtu (14/9/2024).
Selain itu, Pemkot Malang juga akan menurunkan tim teknis untuk melakukan kajian terkait pemulihan. Termasuk perhitungan kerugian yang dialami para pedagang.
“Kita hari ini melakukan pembersihan, dan juga melakukan pendataan dari pedagang yang terdapat kebakaran,” tambah Eko.
Dari data awal, terdapat 71 pedagang dari total 389 kios yang aktif di lantai 3 yang telah melaporkan dampak kebakaran.
Menurut Eko, secara keseluruhan, Pasar Comboran memiliki 1.256 kios yang tersebar di lantai dasar, lantai 2, dan lantai 3.
Pihak Diskopindag saat ini fokus pada pemadaman sisa api dan pengamanan lokasi, dengan melibatkan aparat keamanan untuk memastikan situasi terkendali.
“Kita pengamanan dulu di sekitar pasar dan di dalam pasar. Belum diperkenankan pedagang mengambil barang-barangnya dahulu. Kita sterilkan, aman dari api setelah itu baru dilakukan pembersihan dengan pengawalan dari petugas,” jelas Eko.
Kapolsek Klojen, Kompol Syabain Rahmad Kusriyanto, melaporkan, berdasarkan data sementara, ada 13 mobil yang terdampak kebakaran di area parkir lantai 3 pasar.
Dari jumlah tersebut, 10 mobil terbakar hingga hanya menyisakan rangka. Satu mobil meleleh di bagian depan, dan dua lainnya berhasil dievakuasi.
Sebelumnya, Kepala Operasional UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Anang Yuwono, mengungkapkan bahwa kebakaran bermula dari lapak pedagang pakaian dan sepatu di lantai 2.
Karena tiupan angin kencang, api cepat menyebar ke lantai 3 dan menghanguskan sekitar 85 persen bangunan pasar.
“Titik api awal dari lantai dua. Tapi nggak langsung turun ke bawah, melainkan ke atas karena hembusan angin begitu cepat,” kata Anang Yuwono.
“Lantai satu atau lantai dasar aman, lantai dua dan tiga itu bisa dilihat sendiri. Kejadian pertama di lantai dua, orang yang jualan pakaian. Persentase (terbakar) kurang lebih 85 persen,” ucapnya.
Warga sekitar juga melaporkan adanya beberapa kali ledakan yang diduga berasal dari mobil yang terparkir di lantai 2 dan 3.
Pasar Comboran memang dikenal sebagai tempat penitipan mobil bagi warga sekitar.
“Lantai 3 itu ada parkiran mobil. Parkiran umum milik warga. Tadi sempat terdengar ledakan sepertinya itu mobil. Karena ada 11 mobil yang terparkir,” ujar Anang.
Petugas pemadam kebakaran dengan 50 personel dan 8 unit armada, dibantu oleh BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Perumda Tugu Tirta, akhirnya berhasil memadamkan api pada pukul 21.30 WIB.
“(Kendala pemadaman) Ada banyak barang mudah terbakar, pakaian kebutuhan rumah tangga, sepatu, memudahkan akses api menyebar,” bebernya
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh aparat kepolisian.(ags/lio)




