Pelaku Mutilasi di Kos Sawojajar Malang Sebut Ilmu Guna-Gunanya Sempat Ampuh Buat Kelepek-Kelepek Kekasih Korban

Pelaku Mutilasi Ungkap Sebab Tega Membunuh Pemuda di Kos Sawoajajar Kota Malang
Pelaku Mutilasi di Sawojajar Kota Malang, Abdurahman mengenakan kaos tahanan berwarna oranye di Mapolresta Malang Kota (blok-a/Agus)

Kota Malang, blok-a.com – Pelaku mutilasi di kos Sawojajar Kota Malang mengaku bahwa ilmu guna-guna alias peletnya sempat manjur.

Sekadar diketahui, aksi mutilasi terjadi di Sawojajar Kota Malang dengan pelaku Abdurahman dan korban berinisial AP pria asal Surabaya Diduga mutilasi terjadi kala AP protes perkara ilmu pelet pelaku tak mempan.

Sementara itu, pelaku mutilasi, Abdurahman menjelaskan, ilmu peletnya sempat ampuh untuk membuat orang yang disukai AP, kelepek-kelepek.

“Awalnya dia sama kekasihnya berjalan lancar sama kekasihnya,” kata Abdurahman saat rilis di Polresta Malang Kota.

Sekadar diketahui, AP meminta bantuan ilmu pelet alias guna-guna ke Abdurahman pada Juli 2023. Ritual pun dilakukan di kos praktik Abdurahman di Sawojajar Kota Malang pada bulan tersebut. Tarifnya Rp 300 ribu.

Berjalan beberapa bulan, tidak ada keluhan. Hingga akhirnya pada Oktober 2023 hubungan antara AP dan kekasihnya agak renggang.

AP pun langsung menanyakan masalah hubungan tersebut ke pelaku mutilasi. AP menduga hal ini karena ilmu guna-guna atau peletnya tidak mempan.

Dia pun ke kos Abdurahman pada 15 Oktober 2023. Bukan mendapat jawaban atas keluhannya, AP malah menghembuskan nafas terakhir di kamar kos tersebut.

Diceritakan Abdurahman, saat protes ke kamar kos tersebut, AP memukul dirinya dulu.

“Dia tiba-tiba mukul. Mukul ngaplok terus ngeplak itu,” ujarnya.

Atas kelakuan AP, Abdurahman jengkel dan emosi. Dia pun membalas memukul. Hidung AP berdarah.

Tak berhenti sampai di situ Abdurahman juga mengambil celurit yang disiapkan di wastafel kamar kosnya.

AP pun terbunuh gegara serangan Abdurahman menggunakan celurit.

Setelahnya atau 16 Oktober 2023, Abdurahman ke Pasar Besar Malang. Dia membeli pisau potong. Pisau itu digunakannya untuk memutilasi jasad AP menjadi beberapa bagian.

Beberapa potongan dibuangnya di sungai. Sementara bagian yang bisa teridentifikasi seperti kepala, telapak tangan dan kaki dikuburnya di pinggiran sungai. Tujuannya untuk menghilangkan jejak aksinya.

Memang benar beberapa bulan berlalu, tindakan itu tidak terendus oleh polisi. Namun pada awal Januri 2024 atau 3 bulan setelahnya, upaya Abdurahman gagal. Dia tertangkap di kos Sawojajar Kota Malang sebagai pelaku mutilasi. (ags/bob)

Exit mobile version