Pelanggar Lalu Lintas di Malang Didominasi Pengendara Tak Pakai Helm

Petugas kepolisian melakukan tindakan preventif dengan memasangkan helm bagi pengguna jalan (dok. Humas Polres Malang for blok-a.com)
Petugas kepolisian melakukan tindakan preventif dengan memasangkan helm bagi pengguna jalan (dok. Humas Polres Malang for blok-a.com)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pelanggaran lalu lintas tercatat masih sering terjadi di wilayah hukum Polres Malang. Hal tersebut dibuktikan dari hasil Operasi Patuh Semeru 2024, setidaknya ada ribuan pelanggar lalu lintas yang tarcatat sejak 15 hingga 28 Juni 2024.

Kasi Humas Polres Malang Ipda Dicka Ermantara menerangkan, setidaknya ada 1.015 pengguna jalan yang tercatat melakukan pelanggaran pada alat teknologi Electronik Traffic Law Enforcement (ETLE) yang terpasang di sejumlah titik.

Selain penindakan melalui ETLE, pihaknya juga memberikan teguran simpatik kepada 2.577 pelanggar lalu lintas yang ditemukan.

“Rata-rata pelanggar tak pakai helm, melanggar marka, melanggar rambu lalu lintas dan beberapa pelanggaran yang tak kasat mata,” terang Dicka saat dikonfirmasi, Rabu (31/7/2024).

Selain melakukan penindakan saat ditemukan pelanggaran lalu lintas, sambung Dicka, pihaknya juga mengintensifkan sosialisasi dan imbauan keselamatan berkendara utamanya bagi pekerja.

“Kegiatan sosialisasi setiqp hari kita lakukan, totalnya sebanyak 8.236 kegiatan. Melalui penyebaran brosur, stiker, pemasangan spanduk, dan penyuluhan langsung kepada masyarakat serta sekolah-sekolah,” katanya.

Dicka menyebut, pelanggaran paling banyak dilakukan di wilayah utara utamanya di sepanjang jalan Lawang – Singosari. Kemudian, Kepanjen – Sumberpucung hingga ke arah Kabupaten Blitar.

Melihat jumlah pelanggaran peraturan lalu lintas yang masih tinggi, Satlantas Polres Malang akan terus berupaya melakukan sosialisasi secara preemtif melalui berbagai media baik banner hingga media.

Tentunya, ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk terus menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan nyaman serta menekan angka fatalitas akibat kecelakaan seminimal mungkin.

“Yang jelas kami terus bergerak dari sisi preemtif dan preventif yakni pencegahan berupa perubahan mindset terhadap masyarakat bahwa pentingnya keselamatan lalu lintas di jalan,” pungkasnya. (ptu)

Exit mobile version